Salah satu hasil eksplorasiku kemarin di Cirebon adalah Pepes Intip Tahu.

Konon pepes intip tahu ini dikembangkan pertama kalinya di Sindanglaut, Cirebon. Kawasan Sindanglaut dulu memang dikenal sebagai sentra tahu. Intip tahu atau kerak tahu adalah produk limbah pembuatan tahu yang dulunya dibuang dan kadang hanya jadi pakan hewan. Tapi namanya manusia, kreativitasnya tanpa batas. Kerak tahu ini kemudian diolah menjadi pepes yang citarasanya enak. Gurih tahu dengan rasa samar keraknya itu bercampur dengan pedas dan gurih bawang merah. Harum daun pisang juga menyeruak karena pepes intip tahu ini memang dipanggang di atas tungku dan memberikan efek sedap lainnya. Asli sedap sekali.

LEER  mengenal Umbut sawit by Evie Setiyowati

Saat mencicipi pepes intip tahu ini pertama kalinya, lidahku langsung mencecap bumbu yang sederhana saja, hanya bawang merah, cabe rawit dan sedikit garam. Sepertinya pedagang masih menambahkan sedikit bumbu penyedap. Untungnya bumbu penyedap ini tak terlalu banyak, jadi rasanya tidak terlalu mengganggu. Aku perhatikan pepes ini juga tidak dikukus terlebih dahulu, dipanggang langsung saja. Jadi penasaran kepengen mencoba memasaknya. Cuma, dimana aku bisa mendapatkan intip atau kerak tahunya ya?

Oh sí, saat ini di setiap pasar tradisional Cirebon dengan mudah ditemukan pepes tahu ini. Harganya Rp 1.000 saja perbuah. Kepengen mencoba?

LEER  jajan yang paling laris dan bikin nagih di kota Pontianak by Annansya Aina
0/5 (0 Reseñas)

DEJA UNA RESPUESTA

Por favor ingrese su comentario!
Por favor ingrese su nombre aquí