Than Ang Fon adalah sebutan orang Tionghoa di Singkawang, Kalimantan Barat untuk Kue Kantong Semar ini.
Kue Kantong Semar? Yupp. Tidak salah dengan kok. Namanya seperti itu karena memang kue ini dibuat dengan menggunakan kantong semar. Itu lho, tumbuhan hutan yang bunganya mirip kantong-kantong dan masuk dalam tanaman carnivora.

Kantong Semar tumbuh menjalar di hutan. Penduduk mengambil bunganya, diisi dengan ketan. Ketan tentu dibumbui santan, bawang putih, dan garam. Di bagian atas diberi topping kacang merah dan sedikit guyuran santan kental.
Bisa bayangin rasanya kan? Gurih banget. Harganya Rp 5.000 saja. Sekali makan langsung kenyang. Padahal gedhenya kurang lebih hanya setengah kepalan kita. Hm, mungkin karena terbuat dari ketan ya, jadi cepat mengenyangkan.
Dari berbagai sumber diketahui kue semacam ini memang banyak dikenal di Sumatera dan Kalimantan. Namanya juga berbeda-beda. Versi rasanya ada yang gurih, ada pula yang manis. Kue ini sering disajikan pada saat upacara-upacara tertentu.

Di Singkawang sendiri kue kantong semar ini banyak dijajakan di Pasar Turi yang lebih dikenal sebagai Pasar Babi (ada outlet khusus yang menjual daging babi di pasar ini). Datangi saja tukang kue yang biasanya menjajakan dagangannya di atas gerobak. Mereka menjual kue ini setiap hari. Tertarik?

Oh iya, kalau mau lebih banyak menemukan cerita makanan unik dari berbagai daerah, aku berbagi info juga di Instagram. Silakan follow supaya tidak ketinggalan cerita: NINAYUSAB

baca juga olahan babi kami yang lain di sini

?#?pesonaSingkawang? ?#?indonesiatravel? ?#?foodtraveller? ?#?food? ?#?yummy? ?#?kuliner?

0/5 (0 Reviews)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here