Resep ini adalah oleh-oleh dari hasil jalan-jalanku blogging kemarin di Banyuwangi. Aku sempatkan mampir ke Desa Kemiren, dimana suku Osing masing bisa ditemukan. Suku Osing di Banyuwangi tinggal di beberapa desa, khususnya di Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur. Namun, kekentalan adat budaya yang dianggap masih terpelihara secara otentik, hanya ditemukan di Desa Kemiren, termasuk cara memasak dan mengolah makanan khas suku tersebut, seperti: Pecel Pitik, Uyah Asem, Lepet, Sambel Serai, dan Sumping Pati.

Dengan sedikit rayuan, seorang ibu di desa ini mau berbagi resepnya. Dia bahkan tidak keberatan kita menyebarluaskan. Jadi secara bergilir aku akan postingkan resep-resep masakan tersebut di atas, mulai dari Pecel Pitik ini.

Pecel Pitik biasanya hanya dibuat untuk upacara adat, sebagai sesajen. Bentuknya lebih mirip urapan. Hanya saja bila urapan si kelapa dicampurkan dengan sayur kuluban, maka Pecel Pitik ini yang diurap adalah ayam kampung yang terlebih dahulu dipanggang dan disuwir-suwir. Kelapa yang digunakan pun tidak dikukus terlebih dahulu, melainkan kelapa setengah tua yang diparut dan diurapkan mentah. Rasanya? Jangan tanya. Untukku, adduhai banget. Sedap sangat.

Sekedar info, suku Osing menyebut cabai rawit dengan nama Lobok Lithik (lombok riwit), sedangkan cabai merah disebut Lobok Jowo (lombok jawa).

BAHAN:
1 ekor ayam kampung
1 bh kelapa muda, diparut kasar

BUMBU, dihaluskan:
5 bh lobok lithik
5 bh lobok jowo
10 Kemiri
2 sdm kacang tanah, goreng
1 sdt terasi, bakar
1 sdm gula aren
1 bh jeruk limo
garam
10 sdm air kelapa

CARA MEMBUAT:
1. Panggang ayam dengan cara agak jauh dari bara, agar matangnya perlahan dan lebih garing. Suwir kasar
2. Campurkan kelapa muda parut dengan bumbu halus.
3. Tambahkan suwiran ayam ke kelapa prut. Sajikan segera.

baca juga olahan pecel kami yang lain di sini

https://web.facebook.com/groups/langsungenak/permalink/973589429407068/

4/5 (1 Review)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here