Tren Gaya Hidup Ketofastosis

0
169

Ada yang seru akhir-akhir ini. Sebuah tren gaya hidup yang disebut Ketofastosis. Ketofastosis bisa disebut diet, tapi juga pola makan dan gaya hidup. Apa itu, dan kenapa Ketofastosis menjadi pembicaraan social media, bahkan ke media mainstream seperti TV dan radio?

Bagaimana tidak jadi pembicaraan, semua menu yang diajarkan berbanding terbalik dengan pola diet pada umumnya. Diet umum biasanya menjauhkan lemak, maka pada diet Ketofastosis atau KF ini justru lemak boleh dimakan, bahkan menempati kebutuhan tertinggi, yaitu 80% dari seluruh asupan yang masuk ke tubuh! Kolesterol yang biasa dihindar-hindari, di diet KF malahan disarankan. Dari pengamatan, meskipun yang dimakan serba lemak dan kolesterol, tapi para pelaku Ketofastosis yang sering disebut sebagai Keto Warior menyatakan diri lebih sehat dan bahkan diikuti dengan penurunan berat badan. Kondisi tubuh yang diharapkan terkendali dengan diet ini antara lain: turunnya lemak darag dan gula darah sekaligus. Bingung kan?

Daripada bingung, sebaiknya kita cermati apa itu Ketofastosis atau KF.

Loading...

Kata Ketofastosis terdiri dari Ketogenic dan Fastosis. Ketogenic adalah pola makan rendah karbohidrat, tinggi lemak dan protein sedang. Sedangkan fastosis adalah fasting on ketosis yang artinya puasa dalam kondisi ketosis. Ketosis adalah kondisi dimana liver manusia memproduksi “ketone” untuk digunakan sebagai bahan bakar “fuel” atau energi yang digunakan seluruh tubuh terutama otak. Ketosis terjadi ketika tubuh tidak lagi ada asupan karbohidrat (glukosa) sebagai sumber makanan untuk diproses menjadi energi. Dalam hal ini karbohidrat dan gula jadi momok yang sangat disarankan untuk dihindari.

baca juga makanan olhan untuk diet keto yang menarik disini

Intinya, pola makan KF adalah sangat rendah karbo, tingg lemak, dan sedikit protein. Waktu makan juga diatur dalam protokol tertentu, terbagi dalam 3 tahapan;
1. Fase Induksi: sumber makanan dari lemak hewani (daging, ayam, seafood, telur, produk turunan dairy kecuali susu)
2. Fase Konsolidasi: sumber makanan dari lemak hewani + sayur yang memiliki batasng, dan bunga
3. Fase Pemeliharaan atau Maintanance: gabungan antara menu fase induksi dan fase konsolidasi

Nah, serunya, pola makan ini diikuti dengan puasa. Dikenal istilah 16/8. Maksudnya 16 jam puasa dan 8 jam makan. Jadi makan paling malam adalah jam 20.00 malam, kemudian puasa hingga jam 12.00 siang. Saat puasa disarankan banyak minum, konsumsi VCO atau Virgin Cocomut Oil.

Ingat, sama sekali tidak boleh makan karbohodrat dan gula.

Jika pola ini diikuti, tubuh akan membentuk keton, dimana energi bukan lagi diambil dari gula atau karbohidrat, melainkan dari lemak. Kalau sudah begitu, tubuh menjadi lebih sehat dan bonusnya lebih ramping.

Bagaimana, ingin juga jadi Keto Warior? Silakan dicoba. Hanya saja harus diingat: Ketofastosis bukan sebuah pola makan semata, tapi merupakan sebuah gaya hidup yang harus diaplikasikan seumur hidup. Siap tidak?

0/5 (0 Reviews)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here