#RESEPLANGSUNGENAK

RAHASIA RENDANG AYAM HITAM

Banyak pertanyaan seperti ini : Rendang saya kenapa tidak hitam?
Kalau mau hasilnya hitam harus sabar. Masaknya di api kecil. Saya tidak pernah menggunakan kelapa gonseng. Jadi warna hitamnya bener bener dari minyak santan yang mengering dan dimasak lama. Saya juga tidak menggunakan kunyit. Kalau pakai kunyit bisa mempengaruhi hasil warna hitam yang kurang sempurna. Total pengerjaan sekitar 4 jam. Untuk takaran saya menggunakan gram. Biar takarannya pas dan tidak rancu.

Resep ini khusus untuk ayam kampung. Bukan ayam boiler atau ayam potong biasa. Waktunya kurang pas dan bisa bikin ayam hancur. Semisal memilih cara memasukkan daging ayam setelah kalio, tentu tidak sama rasa dan penyerapan bumbunya. Jadi menggunakan daging ayam kampung sudah paling cocok.
Tips dari saya, buang kulit ayam. Agar lebih mudah lembut dan tidak berasa alot. Setelah masuk tahap kalio jangan terlalu lama meninggalkan kompor agar tidak mudah gosong. Jangan menghentikan proses memasak rendang jika masih tahap kalio. Nanti bisa membuat kualitas santan berkurang.

Satu lagi kalau ada pihak yang merasa berbeda dengan penggunaan bahan dan cara, tidak perlu memberi komentar sepihak. Beda tangan beda cara. Itu saja. Jangan membuang energi negatif hanya karena sebuah resep. Kalau dirasa resepnya lebih bagus, silahkanlah dishare di group. Tidak cukup hanya bicara dan mengganggap paling pintar. Karena menulis resep itu tidak mudah. Kecuali asal menulis saja. Untuk rendang sapi sudah pernah saya share di group Langsungenak juga.

Rendang ayam tidak kalah enaknya dengan rendang sapi. Asal mengolahnya pakai hati dan perasaan?

Rendang Ayam

BAHAN : 800 gram hingga 1 kg ayang kampung. Buang kulitnya dan potong potong sesuai ukuran yang dimau.
1 liter santan kental (dari 3 hingga 3 setengah butir kelapa tua)
500 gram santan cair (perasan kedua)
2 1/2 hingga 3 sdt garam (tes rasa)

BAHAN A (Bumbu Halus) :
250 gram cabe merah keriting (ini hasilnya lumayan pedas. Jadi sesuaikan saja dengan selera)
20 biji cabe rawit
60 gram bawang putih
80 gram bawang merah
45 gram jahe (buang kulitnya)
5 buah kemiri
Blender semuanya dengan 200 gram air

BAHAN B :
2 gram jinten dan 4 gram ketumbar (haluskan di ulekan)
3/4 sdt pala (parut)
3/4 sdt merica bubuk
9 buah bunga kapulaga ukuran kecil (saya pakai 1 sdt kapulaga bubuk).
3 biji bunga lawang
9 biji cengkeh
3 batang serai, memarkan
70 gram lengkuas, memarkan
6 lembar daun salam
1/2 lembar daun kunyit (saya tidak pakai. Stok habis).

Cara Membuat:

•Campur daging ayam serta bumbu A dan B. Aduk rata di dalam kuali.
•Masak di api sedang sekitar 30 menit sambil diaduk sesekali.
•Tambahkan santan cair. Masak sekitar 30 menit. Aduk lebih sering agar santan tidak pecah. Tapi masih bisa ditinggal.
•Masukkan santan kental. Aduk terus sampai mendidih. Jangan dibiarkan. Ini penting agar santan tak pecah.
•Jika santan menyusut kecilkan api.
•Jika sudah kalio dan mulai meletup letup, harus lebih sering diaduk. Aduk dengan cara menyodok bagian bawahnya saja. Jadi daging tidak hancur.
•Masak hingga santan mengeluarkan minyak.
•Minyak yang keluar harus masuk lagi ke dalam bumbu (lihat video).
•Waktu kurang lebih 4 jam (sebelum ditanya langsung saya jawab saja. Daging tidak hancur. Makanya gunakan ayam kampung).
•Setelah santan habis dan berubah menjadi dedak, matikan kompor.
•Siap disajikan.

Untuk lebih memudahkan, silahkan melihat cara pembuatannya pada video youtube dapursicongok di bawah ini

https://youtu.be/Z_nlIEX_8sE

4/5 (1 Review)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here