pengetahuan-umum

Mentega Versus Margarine By Lucia Sisworini

=== khusus untuk bakers pemula ya===

MENTEGA versus MARGARINE

Dua benda ini juga kerap kali bikin pusing para bakers pemula, selain Vanilla versus Vanilli di postingan yang lalu. Yuk kita pelajari bedanya.

MENTEGA (Butter)
Terbuat dari lemak susu hewan mamalia. Paling ngetop ya sapi, berikutnya adalah kambing/domba. Juga Onta dan Kuda. Kalau kucing, saya nggak sanggup memerah ?. Habis muka saya dicakarin.
Susu segar tersebut diambil Creamnya dan diolah menjadi mentega dengan cara dikocok cepat sampai timbul gumpalan kekuningan. Dalam proses pengawetan makanan, dapat ditambahkan garam. Nah benda padat kekuningan tersebut adalah BUTTER alias MENTEGA. Garam bisa banyak (asin -salted), bisa sedikit (tawar – unsalted).
Kalau baking memakai butter, tidak perlu lagi pakai susu bubuk. Sudah bau/beraroma susu yang creamy. Tambahkan Vanilla batangan = heavenly delicious ??
Brands yang ada banyak dipasaran Indonesia adalah: Orchid, Anchor, Golden Churn, Blue Triangle, Wijsman, Elle&Vire, Arla, Lurpak, dan aduuh apa lagi ya. Nanti kalau ingat akan saya edit lagi.
Bedanya pada apanya? Harga dan rasanya dong, selain juga pengaruhnya pada texture adonan (akhirnya berpengaruh pada hasil akhirnya).
Contohnya kalau saya mau membuat Japanese Cotton Cheesecake saya suka pakai anchor salted atau elle&vire. Tapi untuk Cookies palmcheese super premium (hehe) harus pakai Lurpak, sedangkan nastar pakai wijsman, dan kaastengels memakai paduan wijsman+elle&vire.

YUK LANJUT dengan MARGARINE
Yang butter sifatnya hewani, margarine murni nabati. Dibuat dari minyak tumbuhan. Ada Kelapa, kelapa sawit, biji matahari, almond, zaitun, bahkan kacang polong. Minyak atau lemak tumbuhan tadi diproses lebih lanjut untuk menghasilkan margarine.
Dalam proses pengawetan produk, garam ditambahkan sebagai pengawet alami.
Brands banyak banget, ada blue band – palmia – forvita -filma- waah banyak banget.
===
Selain Butter dan Margarine ada juga produk ditengahnya:
MIXED BUTTER (paduan Butter dan margarine dengan prosentase berbeda tiap merk nya), salah satunya dengan merk Anchor baker’s mix. Ada beberapa brand yang beredar dan sudah premix sesuai kebutuhan (untuk martabak, pastry, dan lain-lain). Praktis sih.
BUTTER SUBSTITUTE OIL (margarine tapi diolah lagi untuk menghasilkan aroma butter, jadi itu bukan butter). Yang paling tenar sepertinya Gold Bullion, selain beberapa merk lain. Berbau butter tapi bukan butter. Paling tenar diantara para bakul cookies dan banyak yang berani beriklan cookiesnya pakai butter (ckckck.. ?). Rasa ya tetep aja margarine.
====
LALU KETIKA BERBAKING RIA APA YANG TERJADI?
Butter dan kuning telur menghasilkan texture yang lembut ngeprul lumer di lidah. Untuk meniru texture seperti ini, banyak resep menggunakan tepung maizena dan bahan synthetic pelembut, dan mengurangi penggunaan butter+kuning telur. Hasilnya texture yang mirip dengan bahan yang ekonomis. Tapi jangan tanya rasanya haha..
Khusus untuk cookies, memang harus ada perpaduan antara Butter dan margaraine. 50-50% menghasilkan kelezatan dan struktur cookies masih kuat untuk perjalanan jauh. Tidak mudah hancur. Lembut.
Butter < Margarine = cookiesnya renyah. Kaku.
Butter > Margarine = lumer. Dipegang gampang hancur.
Kalau soal rasa dan aroma, silahkan coba-coba sendiri ya sesuai selera.
Jadikan rumus/formula perpaduan jenis butter dan margarine sebagai ‘trade mark’ dagangan anda. Ciri khas rasa yang tidak akan bisa disamai oleh competitor anda walaupun resepnya plek-ketiplek sama.
Soooo… selamat mencoba.
Harga cake dan cookies mahal gara-gara percobaan-percobaan gini ini lho sampai ketemu yang pas dengan selera (sendiri dan pasar).

https://www.facebook.com/groups/langsungenak/permalink/1811098345656168/

#Langsungenak #ResepLangsungenak #KomunitasLangsungenak #FBGroupLangsungenak#LEMentegaVersusMargarine

error: Content is protected !!
Skip to toolbar