TIPSDANTRIK

KENAPA ADONAN LEMBEK? KENAPA TIDAK KALIS KALIS?
Banyak kendala ketika kita menguleni adonan. Tidak hanya dengan tangan bahkan dengan mesin pun tidak menjamin selalu berhasil.
Kali ini saya akan membagi pengalaman cara menguleni adonan yang biasa saya lakukan. Bagaimana agar adonan tidak terlalu liat dan lengket ketika diuleni. Ini saya utamakan buat teman teman yang memang ”belum benar benar paham cara menguleni dengan tangan”.

Adonan susah kalis biasanya disebabkan karena beberapa faktor. Menurut pengalaman saya diantaranya adalah :
•Tidak menggunakan bahan cair seperti air, susu, telur dan butter dengan suhu dingin. Meski ini tidak wajib tapi suhu bahan yang tidak dingin memberi efek yang memudahkan suhu adonan akan cepat meningkat (panas).
•Tidak menggunakan bantuan alat scarper dough (alat penyodok adonan). Jika hanya mengandalkan tangan, resiko lengket di tangan akan semakin besar. Dan jika adonan lengket di tangan? maka akan membuat adonan susah kita kendalikan karena tangan kita pun penghantar panas yang baik. Adonan yang banyak lengket di tangan akan bertemu dengan adonan yang juga semakin lengket. Hasilnya? ya lengket terus ?
Kecuali sudah mahir beda cerita lagi.
•Adonan tidak diresting terlebih dahulu atau diistirahatkan sebentar. Tapi langsung diuleni dengan cepat. Ini akan mengakibatkan adonan yang belum sempat rilex dan tepung belum cukup waktu menyerap air menjadi stress dan susah membentuk gluten. Jadi sebaiknya resting terlebih dahulu sekitar 15 menit.
•Teknik menguleni yang kurang tepat. Misalnya menguleni dengan dua tangan dan jari tangan secara sekuat tenaga. Sebaiknya hindari cara ini karena akan membuat adonan malah susah kebentuk dan kalis. Uleni secara perlahan dengan bagian pangkal telapak tangan saja. Menekan adonan tanpa berlebihan.
•Komposisi bahan yang kurang pas juga bisa menjadi penyebab adonan susah kalis. Misalnya cairan terlalu banyak.
•Memberi cairan susu atau air sekaligus bisa memicu adonan susah kalis karena kalau belum benar benar paham cara menguleni adonan, biasanya akan mengalami kesulitan mengontrol adonan karena kemungkinan besar bisa saja bahan seperti telur tidak memiliki berat yang sama atau kelembaban tepung pun bisa juga berbeda.

Di bawah ini contoh perbandingan bahan yang saya gunakan.

250 gram tepung protein tinggi
3 gram ragi instan
25 gram gula pasir
125 gram susu suhu kulkas
1 butir telur suhu kulkas
30 gram butter suhu kulkas
1/2 sdt garam

Ketika adonan sudah tercampur, coba resting sekitar 15 menit.
Lalu mulai uleni secara perlahan dengan pangkal telapak tangan. Jangan full tenaga.
Sesekali gunakan scraper dough untuk mengangkat adonan. Dan meja kerja harus sering dibersihkan dari adonan dengan bantuan scraper.

Saya ada share di youtube dapursicongok tutorialnya. Lebih mudah dimengerti jika melihat tayangan videonya. Ini linknya : https://youtu.be/KYysXutMZS0

https://www.facebook.com/groups/langsungenak/permalink/3507237326042253/

baca juga aneka tips dan trik kami yang lain di sini

4/5 (1 Review)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here