Berburu kuliner di Manado – edisi halal dan non ekstrim

0
167

Berwisata ke Manado serasa belum lengkap jika hanya mengunjungi berbagai obyek wisata berikut keindahan alamnya.

Manado yang sering juga dijuluki “surga kuliner” ini memiliki banyak makanan eksotik, sarat bumbu dengan rasa pedas yang menggoda..

Sesaat ketika menginjakkan kaki di bumi Nyiur Melambai – Tanah Minahasa, mungkin saat mengisi perut yang kelaparan akibat penerbangan barusan. Salah satu yang menjadi pilihan adalah menikmati hidangan hewan air tawar. Ikan mas dan mujair.

Ikan mas dan mujair? Emang apa istimewanya? Yang jelas, ikan mas dan mujair versi Manado ini sangat berbeda. Yang paling diandalkan adalah bebas rasa lumpur dengan rasa ikan yang lebih ‘manis’. Tanpa bahan kimia loh, karena biasanya beberapa hari sebelum dikonsumsi, ikan ikan ini dipindahkan ke kolam bersih dan diberi makan nasi, untuk menghilangkan aroma lumpur dan menimbulkan rasa manis pada daging ikan. Itu baru cara mengolah bahan bakunya, belum lagi cara memasak ikan yang khas ala Manado. Bisa dibayangkan , ikan bakar bisa terhidang dengan garing, disantap dengan dabu dabu lilang (sambal iris) ataupun dabu dabu ikan bakar. (Dabu dabu adalah bahasa Manado yang berarti sambal)

Kelezatan ikan ikan itu menjadi lebih sempurna jika kita menikmatinya di alam pedesaan. Di desa Sukur dan Suwaan dapat menjadi pilihan. Berbagai resto yang tertata apik bertebaran di desa desa di kaki gunung Klabat ini. Tidak jauh dari airport ke arah utara. Namun jika waktu sangat mepet, kelezatan ikan air tawar ala Manadopun masih dapat dinikmati di kota, walaupun dengan suasana yang berbeda.

ikan mas bakar garingLE
Ikan Mas bakar garing

Selesai makan siang? Perjalanan wisata kuliner kita juga bisa dilanjutkan dengan hidangan sore hari. Berjejer jejer sajian sore hari yang dapat dinikmati di kota Manado. Ada Gohu (Sejenis asinan khas Manado, biasanya dari pepaya mengkal atau ketimun dengan kuah cuka yang berbumbu Manado). Gohu juga lebih lengkap jika ‘ditemani’ es kacang merah … plus pisang goreng yang dimakan dengan dabu dabu (sambal) ikan roa ataupun dabu dabu (sambal) bakasang .. pokoknya tooop deh

 

GohuLE
Gohu (sejenis asinan khas Manado)

 

Untuk makan malam … Ow banyak pilihan… Mau yang bersuasana pegunungan, ada banyak pilihan eksotik kuliner.. tinggal pilih saja… mau yang bernuansa danau Tondano, tinggal nggelinding aja ke Boulevard Tondano sekitar 1 jam dari Manado. Disana bisa ditemui sate kolombi (Sejenis kerang yang hidup di danau Tondano), burung weris, renga (keong).. semuanya mantap, ditunjang dengan udara pegunungan yang dingin. Harga juga bersahabat.

keongLE
Keong dalam bahasa Manado lebih dikenal dengan nama Renga’

 

Dari daerah pegunungan ada juga dikenal kota Kacang…. Ada pilihan kacang Kawangkoan… Kacang yang disangrai dengan pasir…. Nah loh… bingung kan… Cobain deh.. itu tempatnya di desa Kawangkoan, sekitar 35 km dari Manado

barakuda bakar LE
Kepala Ikan Barakuda Bakar

 

Mau yang bersuasana laut? Adaaaa ,,,,, Aneka sea food berjejer jejer dipesisir pantai di jalan sepanjang desa Kalasey dan Mokupa. Tidak sampai setengah jam dari Manado. Berbagai pilihan, ada yang ekonomis maupun yang mewah. Tinggal pilih saja. Aneka ikan bakar, udang dan sebagainya. Ada juga kuliner eksotik yakni Kepiting kenari, udang gola (udang ronggeng),ikan barakuda dan banyak lagi.. tapi untuk 3 menu yang saya sebutkan barusan memang harus merogoh kocek yang lebih dalam lagi..alias lebih mahal dari yang lainnya.

 

udang gola1 for LE
Udang Ronggeng (di Manado dikenal dengan nama udang Gola) goreng

 

Mungkin perjalanan wisata kuliner sehari sepertinya cukup dengan ditutup dengan mampir di rumah kopi. Itupun after midnight baru seleai.

Sedangkan untuk menu sarapan …. Wow ini dia makanan andalan orang Manado, makanan ‘kecantikan’ dan kesehatan ‘bubur Manado’ atau dalam bahasa Manado disebut “Tinu’tuan”, bahkan sering disebut juga Tinu’. Ada juga mie cakalang yang dimakan dengan sambal irisan lobak. Ada nasi kuning ala Manado dan berbagai sajian khas Manado lainnya.

tinu LE
Bubur Manado (Tinu’tuan) — orang Manado malah sering menyebutnya Tinu’

Itu baru menu halal.. Bagaimana dengan Non Halal dan kuliner ekstrim ? wah kalau yang itu lebih banyak lagi..tapi kali ini saya hanya membahas yang halal saja..,

Ini baru sebagian kecil loh….. tertarik?

0/5 (0 Reviews)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here