Mari, Jadikan Semur Identitas Bangsa 2
Jumat, 28 Okt '11 07:09
Warisan sejarah tidak berhenti pada pergolakan panjang para pahlawan dalam memerdekakan Indonesia, karena ternyata jejak-jejak sejarah menunjukkan juga kekayaan kuliner sebagai identitas bangsa ini. Tengok saja SEMUR. Asal-usul kuliner yang satu ini pas untuk menunjukkan jati diri bangsa ini yang telah berinteraksi dengan berbagai bangsa lain. Semur adalah sebuah akulturasi budaya.
Hal ini mengemuka dalam diskusi panel "Bango Dukung Pengukuhan Semur sebagai Identitas Bangsa". Diskusi panel ini menghadirkan Agus Nugraha - Senior Brand Manager Bango, Dr. Phil. Lily Tjahjandari – pakar kebudayaan, juga sejarawan JJ Rizal, dan pengamat kuliner Arie Parikesit. Dari pihak Kementerian Budaya dan Pariwisata diwakili oleh Poppy Savitri, Direktur Pembangunan Jati Diri, Pekerti dan Karakter Bangsa dari Direktorat Nilai Budaya Seni dan Film.
Agus Nugraha menyatakan bahwa Bango bertekad mengajukan Semur agar dicatatkan dalam inventarisasi warisan budaya tak benda Indonesia menuju Intangible Cultural Heritage UNESCO. Upaya ini dimulai dengan menginventarisasi keberadaan Semur di seluruh Nusantara. Hasilnya, Semur ditemukan sedikitnya di 12 daerah, antara lain di Pulau Jawa, Bali, Sumatera, Sulawesi, dan bahkan Kalimantan. Meskipun nama lokalnya berbeda-beda, namun merujuk bumbu dan cara memasaknya maka hidangan-hidangan khas daerah tersebut tergolong sebagai semur-semuran.
Secara historis, sejarawan JJ Rizal mengatakan informasi tentang Semur ini sudah 'tercatat' dalam relief-relief candi, baik Candi Borobudur maupun Prambanan yang merekam tradisi mengolah daging, ikan, dan sayuran. Kemudian tradisi ini berkembang: Bangsa pendatang India dan Timur Tengah memperkenalkan penggunaan rempah-rempah. Kemudian dari bangsa peranakan Cina, kita kenal pemanfaatan kecap. Hidangan ini lebih berkembang lagi di dalam dapur Indis - peranakan Eropa. Kaum Indis inilah yang memberikan nama SMOOR atau dalam lidah kita menjadi SEMUR. Sebuah literatur di awal abad 20 yang mengukuhkan keberadaan Semur dalam beberapa halaman.
"Jadi, semur ini hasil budaya campuran. Cuma, jangan salah, otentisitasnya sangat Indonesia karena rempah-rempahnya sangat khas hasil bumi Indonesia, dan kecapnya adalah kecap manis yang hanya ada di Indonesia. Sangat otentik Indonesia," jelas JJ Rizal.
Namun untuk mendapatkan pengukuhan dan pengakuan dunia terhadap Semur sebagai identitas bangsa, bukanlah hal yang mudah. Poppy Savitri menyatakan persebaran saja tak cukup. Harus ada bukti bahwa Semur memang lahir di Indonesia, dan diakui oleh komunitas-komunitas di bangsa ini. "Jadi bila pengakuan antar komunitas ini sudah bulat, bahwa Semur memang merupakan warisan kuliner Nusantara dan patut dijadikan identitas budaya, maka sesuai undang-undang, pemerintah akan memfasilitasi pengajuan Semur sebagai Intangible Cultural Heritage ini ke UNESCO", tutur Poppy. Perempuan ini juga berharap nama-nama lokal untuk Semur tetap dipertahankan dan tak perlu diseragamkan.
Sejarah sudah menunjukkan betapa Semur sangatlah Indonesia. Persebarannya juga sudah cukup merata. Tinggal bagaimana secara komunal kita mengakui Semur sebagai sebuah kekayaan kuliner yang sangat 'kita' dan tidak terlepas dari warisan kuliner Nusantara. Mari, satukan langkah, jadikan Semur sebagai identitas bangsa.
Tag: daging, hidangan, semur, smoor, Indonesia, otentik
Terkait:
-
Semur Jengkol
Rabu, 7 Des '11 19:57 -
Horeeee... Resep Semurku Menang Kompetisi... :D
Kamis, 17 Nov '11 11:03 -
Semur Krewet
Kamis, 3 Nov '11 11:47
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
den Koplak: Dua Jempol

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat