Dange 20
Sabtu, 1 Okt '11 10:44
Dange ini jajanan tradisional khas Tana Toraja. Bentuknya lempengan. Kalau di Jakarta sini mungkin mirip Kue Rangin, Cuma warnanya agak kehitaman. Maklum, Dange ini mempergunakan tepung ketan hitam. Rasanya manis-manis juga. Enaknya dimakan pas masih hangat gitu.
Mau tahu apa yang seru dari Kue Dange ini? Yaitu cara memasaknya. Dange ini dipanggang dengan mempergunakan cetakan tanah liat. Bentuk cetakannya mirip juga dengan cetakan Kue Rangin itu. Cuma kalo Kue Rangin cetakan ditaruh di atas api dan kemudian adonan kue dimasukkan ke buku-buku cetakannya dan dimasak. Pada Dange, justru cetakannya yang dipanaskan dengan cara menelungkupkan cetakan menghadap ke api. Tentu saja ada menelungkupkannya pakai para-para/rak. Setelah panas cukup, cetakan diturunkan dan ditengadahkan, baru adonan Dange dimasukkan. Panas cetakan inilah yang akan mematangkan kue. Terus Dange yang telah matang di cetakan kembali dipanaskan dengan menelungkupkan di atas bara. Coba yuk!
BAHAN:
1 bh kelapa agak muda, parut kasar
250 gr tepung ketan hitam
2 lbr pandan
150 gr gula aren, sisir
½ sdt garam
CARA MEMBUAT:
- Sangrai tepung ketan hitam dengan daun pandan hingga harum baunya. Gunakan saja api kecil ya. Sisihkan.
- Campurkan parutan kelapa, ketan hitam, gula aren, dan garam hingga tercampur rata. Sisihkan.
- Panaskan cetakan kue dange menghadap ke bawah di api panggangan. Setelah panas turunkan dari api. Isi dengan adonan Dange dan biarkan Dange matang. Bila kuatir kurang matang, panaskan sebentar dange dengan menelungkupkan cetakannya ke bara api. Sajikan hangat.
TIPS & TRIK:
- Tepung ketan hitam sebaiknya digiling/ditumbuk sesaat sebelum dipergunakan. Biar aromanya segar dan teksturnya tak terlalu halus.
(gambar dipinjam dari sini)
Tag: kudapan, kue, jajanan tradisonal, Tana Toraja
Terkait:
-
Black Forest Cake
Kamis, 17 Mei '12 21:12 -
Kue Lumpur Sidoarjo
Jumat, 11 Mei '12 18:46 -
Fungsi & Kegunaan Bahan Pembuat Kue - Untuk Pemula
Kamis, 8 Mar '12 04:44
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Yohanes Hadi [B2W]: Dua Jempol

Komentar:
btw, dulu sekali di jalan bantul itu, tak jauh dari tembi, ada warung makan kiri jalan yang jual pecelan... enak sambal trasinya... dhuh, namanya apa ya... lupa aku... habis dah lama banget.... posisinya tuh ngelewatin belokan yang kalau ke kiri ke tembi itu... lurus dikit lah gak sampai 1 km.... kiri jalan... masih ada gak ya warung itu?
soal sayur... kan memang bahasa jawanya tuh sebenarnya kalau 'sayur' ya nyebutnya si 'jangan' itu... jadi kalau tanya ke ibuku dulu bukan kok nyayur apa, tapi njangan apa... gituh...
permasalahannya tuh ingatanku boleh dikata jelek banget... hal yg 'tidak penting' bisa dengan segera aku skip gitu aja... nah jangan tanya aku apa kategori penting dan tidak penting karena aku juga gak bisa njawab...
Silahkan login untuk memberikan pendapat