Keajaiban Docang 13
Minggu, 4 Sep '11 15:19
Menikmati docang adalah pengalaman kuliner paling ajaib yang saya rasa hingga saat ini. Docang adalah makanan khas Cirebon yang terdiri dari potongan lontong, daun singkong, tauge, sayur dage, taburan kelapa parut, dan kerupuk. Docang meski tidak terkenal seperti nasi jamblang, lumayan gampang ditemukan.
Ada dua hal yang saya anggap ajaib dari docang ini, pertama adalah taburan kelapa parut. Selama ini saya pikir taburan kelapa parut hanya berlaku untuk kue-kue basah tertentu, tapi layaknya makanan barat bertabur keju, maka makanan berkuah yang satu ini diberi taburan kelapa parut. Sebenarnya ketika makan kelapa parut ini tidak akan terlalu terasa, yang menentukan menurut saya adalah keajaiban kedua : sayur dage. Sayur dage ini terbuat dari sejenis oncom yang dihancurkan. Saya tidak tahu bagaimana pembuatannya tapi penampakannya adalah kuah berminyak berwarna kuning kemerahan. Setelah mencoba beberapa kali, saya berkesimpulan kuah inilah yang menentukan enak tidaknya docang, atau bagi saya bisa dimakan atau tidaknya docang :p. Yup, beberapa kali menikmati docang saya masih menebak-nebak kriteria enak untuk docang itu yang seperti apa. Sejauh ini saya baru bisa mengatakan saya bisa makan docang yang dijual di tempat A dan B tapi tidak docang yang dijual di tempat C. Semacam itu :)
Apakah saya berlebihan ketika mengatakan rasa docang itu ajaib? Rasanya tidak karena teman lain yang pertama kali menikmatinya pun sampai menuangkan kecap supaya bisa menelannya. Apakah berati docang ini tidak enak? Tentu saja tidak. Docang ini sangat terkenal di kalangan orang Cirebon. Mereka bisa menghabiskan hingga kuahnya tandas!
Ke Cirebon jangan hanya menikmati nasi jamblang, cobalah docang juga. Docang di depan hotel Slamet di daerah Siliwangi mungkin bisa dicoba. Saya selalu sukses menghabiskan seporsi docang di sana, tapi jangan datang lewat jam 10 pagi pasti sudah habis.
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
mlandhing: Dua Jempol
-
honeylizious: Nendang Banget

Komentar:
pendatang atau yang pertama nyoba biasanya ga suka, mbak. tapi nanti kedua, ketida, dan seterusnya baru bisa menikmati
didi: hihihi....khusus kuliner yg ini kayaknya emang susah untuk dijual di luar daerah ga seperti empal gentong yang rasanya familier.
iya, cirebon itu nanggung. tempat wisata yang paling saya suka cuma sunyaragi, tempat wisata lain kurang recommended, kecuali klo mau maen ke kuningan sekalian.
sambel tumpang ini memang untuk diguyurkan di sayur...
Silahkan login untuk memberikan pendapat