Kelompok Utuh, Belajar Cokelat untuk Jualan! 0

Kamis, 21 Apr '11 17:52

Minat peserta kursus cokelat di Yogyakarta tak ada matinya. Kali ini Kelompok Utuh, Suronatan Yogyakarta yang meminta Mlandhing memberikan kursus. Kelompok ini pada awalnya memproduksi sisa-sisa sampah plastik kemasan untuk dijadikan tas, keranjang, perhiasan dll. Tapi pada perkembangannya, kegiatan mereka berkembang. Jadi dari yang nama semula Kelompok Uwuh Tuwuh (Sampah yang bertumbuh), menjadi Kelompok Utuh.

Sebenarnya kursus dijadwalkan pada bulan Maret, tapi karena jadwal mudik Mlandhing tak memungkinkan, jadilah kursus dilaksanakan pada bulan ini, tepatnya pada tanggal 10 April 2011 lalu.

Karena benar-benar dari mula, maka kursus dibuka dengan mengenal bahan cokelat. Mlandhing mempresentasikan dengan mempergunakan cokelat COLATTA, produk kualitas ekspor dari PT Gandum Mas Kencana, Produk yang digunakan beragam, dari cokelat compound, pasionatta hingga cokelat couverture. Enak.

Setelah itu diperagakan pembuatan isi ganache, dan pengenalan edible print foto dan transfer sheet. Seru, ada saja pertanyaan dari teman-teman ini yang terkesan lugu, karena banyak bahan seperti krim kental dan lembar edible yang belum pernah mereka temui. Tapi justru karena itu Mlandhing jadi tahu harus menerangkan dengan lugas untuk menjawab rasa ingin tahu mereka.

Situasi jadi agak 'rusuh' saat akan mulai praktek. Maklum, tempat kursus yang tak terlalu luas musti di setting ulang untuk latihan. Koran digelar untuk alas biar cokelat yang sangat mungkin tumpah saat latihan tak mengotori karpet. Untungnya praktek berjalan lancar. Asli heboh.

Mlandhing menilai Kelompok Utuh ini belajar dengan cepat. Mlandhing bahkan langsung ditodong untuk berbagi ilmu sampai ke hitungan modal usaha dan harga jual akhir... Wuuiihhh, pokoknya ibu-ibu ini benar-benar semangat. Mereka sudah kebelet jualan.

"Nanti kami yang produksi, biar anak-anak jualan di sekolahnya," demikian celetuk mbak Ida, koordinator Kelompok Utuh yang langsung di-amin-i oleh anak-anak yang juga ikut kursus saat itu.

Saking semangatnya, usai kursus, saat Mlandhing mau pamitan pulang, semua sisa cokelat Colatta 'diminta'.

"Biar kami beli aja bu, jadi kami tidak usah repot belanja. Biar teman-teman langsung latihan besok," jelas Mbak Ida lagi. Jadilah Mlandhing membongkar lagi 'tas doraemon' dimana semua bahan dan peralatan cokelat berada.

Seperti biasa, bila ada kelompok yang kursus seperti ini, sehari dua biasanya Mlandhing memantau mereka dengan cara sms atau telepon: sudah latihan atau belum, ada kesulitan tidak saat latihan. Ingin tahu apa jawaban mereka?

"Sudah bu, kita sudah jualan lho! Maturnuwun sudah diberikan latihan, jadi kami bisa memperoleh tambahan jajan," kata Mbak Ida dengan suara sumringah.

Hebat! Dua jempol deh untuk Mbak Ida dan kawan-kawan. Sukses terus ya...


Tag: cokelat, kursus, yogyakarta

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Komentar:

Silahkan login untuk memberikan pendapat