Nasi Goreng Mercon 9

Senin, 7 Mar '11 21:10

             Jalanan kota yang ramai tak menyurutkan niat saya untuk berhenti tepat di Jln.Gadjah Mada XII A Jember. Keroncongannya perut membuat saya berhenti di jalan ini karena tepat pada sisi jalan ini ada rombong makanan. Ada yang menarik mata dan perut saya di jalan ini. Nasi Goreng Mercon; nama makanan yang ditawarkan tepat di depan sebuah toko Jln.Gadjah Mada XII A. Nama makanan ini saja sudah membuat saya tertarik untuk mencobanya. Pada umumnya Nasi Goreng yang sering saya temui hanya ditambahi embel-embel biasa, seperti Nasi Goreng Jawa, Nasi Goreng Spesial, dll, namun disini berbeda, ada kata “mercon” yang dibumbuhi di belakang kata nasi goreng.

            Saya langsung memesan dua, karena saya lagi bersama perempuan yang suka sekali makan Nasi Goreng. Ada yang lain disini dengan para penjual nasi goreng umumnya, Si Penjual Nasi Goreng mercon menawarkan nasi gorengnya Pedas sekali, Sedang, atau biasa saja. Disini bedanya dengan nasi goreng biasa, kata mercon yang dimaksudkan adalah tingkat kepedasan saat kita memakannya. Lebih jauh lagi, ketika saya berbicara dengan Si Penjual, beliau mengatakan “merconnya itu bukan pada lombok atau cabe dik,coba nanti kalian rasakan sendiri masakan saya ini”.

            Penasaran pun menghantui, saya tidak melepaskan pandangan sedikitpun pada wajan alias penggorengan, pertama margarin dimasak, lalu bumbu-bumbu nasi goreng dimasukkan (macam bawang, rempah, cacahan cabe rawit, dll) lalu nasi dimasukkan kemudian digoreng-goreng. Nah pada saat inilah yang membedakan cara memasak nasi goreng mercon dengan nasi goreng umum, adukan telur “sengaja” ditaburkan diatas nasi goreng kemudian diaduk-aduk rata dan ini diulangi hingga 2 kali, setelah itu garam, kecap, vetcin pun ditambahkan. Adukan telur umumnya digoreng dan dioseng-oseng acak pertama kali saat nasi belum ditambahkan (ini cara memasak nasi goreng umum) sedang nasi goreng mercon ditambahkan pada saat nasi sudah digoreng, sehingga telur meresap kedalam nasi dan tidak berdampingan dengan nasi.

            Setelah matang, nasi goreng disajikan di atas piring Alumunium dan disajikan dengan cacahan telur serta timun. Cabe rawit alias cabe hijau disajikan di tempat terpisah sehingga para pengunjung bisa menikmati cabe tidak terbatas. Ketika saya mencoba rasanya sensasi yang pertama kali muncul adalah letupan-letupan kecil pada saat makanan tersebut ada di mulut, sensasi yang terjadi adalah karena pengaruh hangatnya nasi serta rasa telur yang meresap pada nasi plus pedasnya cabe dan setelah nasi tersebut saya telan ada rasa hangat di tenggorokan dan juga di perut. Mercon yang dimaksudkan si penjual ternyata rasa hangat setelah berada di perut. Piring Alumunium yang disajikan pun bukan tanpa maksud, alumunium membuat nasi tetap hangat ketika berada lama di atas piring dan itu merata. Saya rating bintang 2.5 untuk Nasi goreng mercon ini plus 0.5 bintang untuk keramahan si penjual, jadi total ratingnya 3.

            Masakan ini bukan tanpa cela alias ada sisi negatifnya, pertama adalah kenyaman tempat yang sangat kurang karena berada tepat di samping jalanan kota yang ramai dan berpolusi sehingga debu dan asap kendaraan bermotor menjadi kawan setia saat pengunjung sedang makan. Kedua tidak adanya kerupuk yang notabene kawan sejati buat para penikmat nasi goreng. Ketiga dan yang terakhir menurut hemat saya, penjual hanya menawarkan nasi goreng mercon saja, tidak ada mie atau bihun goreng mercon, sehingga pengunjung hanya bisa menikmati nasi goreng mercon saja dan tidak bisa memesan menu lainnya. Namun itu semua tertutup oleh sensasi ketika kita memakannya dan harga yang ditawarkanpun cukup murah, 1 piring nasi goreng mercon dihargai Rp.5000 saja dan harga minuman hanya Rp.2000 saja. Bagi para penikmat dan penggila nasi goreng, nasi goreng mercon ini bisa jadi alternatif lain buat kalian. Silahkan datang lalu memesan nasi goreng mercon ini di Jln. Gadjah Mada XII A jam bukanya mulai dari pukul 3 sore dan buka hingga malam hari. Tips saya; kalau anda merasa tidak nyaman untuk memakan langsung di tempat silahkan kalian bungkus dan bawa pulang.


Tag: pedas, Nasi Goreng Mercon

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

mlandhing 1 suka | 0
Doeh: wah, kangeeenn... lama nggak keliahatan, kemana aja mas?

btw, nih nasi goreng berarti nggak cocok dibawa pulang dong? kan jadinya dingin... kehilangan merconnya dong... : (

soal nyampur telur di akhir, biasanya aku kalo jajan di tukang nasi goreng juga kayak gt kok... emang lebih enak... mintanya: telor dicampur di akhir... cuma sering tukang nasi gorengnya ngeyel,.. maklum, tdk biasa buat nereka... solusinya: masaknya ya ditungguin... hehehe
Doeh 0 0
mlandhing: Lagi bertapa di kampung mbak jadi jarang nongol, hehehe....
honeylizious 0 0
Doeh: nasi goyeng yang enak kayaknya.... hahahahaha : D
I Wrote SYN not Tragedies 0 0
SELALU

tertarik buat mencoba apapun nasi gorengnya, saya pencinta nasgor hehehehehe

apalagi yang puuueedeess!!!!

kayanya ini bisa jadi alternatif nihhh

yuummeehhh!!!!

: D: D: D

goceng pula...

dijakarta...mana bisaaa : ((
didi 0 0
honeylizious: Bawa piring gak Han..sana ke Jember dulu..wkwkwk
didi 0 0
Jadi kangen ma Oseng2 Mercon Yogya dech..yang pasti lebih puedess..hehe..tapi kabar terakhir dr temen yang tinggal di Yogya..Oseng Oseng Merconnya dah berubah jadi Oseng2 petasan..haha..karena harga cabe rawit yang super mahal..penjual mengurangi pemakaian cabenya..pdhlbiasanya kan perbandingan cabe dan daging 1 : 1...Ya iyalah ..lha wong cabe rawit di Yogya msh berkisar 90 Rb / KG...mahalan cabe sama bahan daging tetelannya.........^_^.
mlandhing 0 0
didi: tapi dah nulai turun nih cabe-nya... sedih juga soalnya kalau harganya melambung terus... secara makan tanpa sambal serasa cemplang... hiks
didi 0 0
Di Semarang msih 90 Rb tuch Mba Nina yang rawit merah..hiks..idem..daku penggemar pedas dan sambal yang juga berduka akan mahalnya cabe..^_^..
mlandhing 0 0
didi: ya sabar bentar deh... aku yakin segera turun kok... : )

btw, di jakarta kemarin pas tinggi-tingginya harga, rawit merah dicampur ama rawit impor yang gak pedes blassss... wuueekkks

Silahkan login untuk memberikan pendapat