Mandala: Akulturasi Masakan Tionghoa dengan Lidah Melayu 1
Selasa, 7 Des '10 00:32
Keluarga Anda bermukim di daerah Kebayoran Baru sepanjang hayatnya? Kalau jawaban Anda Ya, tidaklah mungkin Anda tidak mengenal restoran unik berdisain cina lawas, berukuran alakadarnya namun senantiasa ceria dengan pernak pernik khas yang mengundang kegelian sendiri bagi pengunjungnya. Bagi Anda yang belum pernah berkunjung ke restoran di area Pasar Santa ini, segeralah berkunjung ke resto yang terletak di Jalan Wolter Monginsidi, berseberangan dengan Gereja Katolik Santa Perawan Maria di bilangan Kebayoran ini.
Kebetulan sore ini satu keluarga bersuara homogen, yaitu, "let's have Mandala Moments for dinner", diutuslah saya anak bungsunya untuk membeli makanan ke sana. Sebenarnya, Mandala telah hadir menemani kampiun kuliner jauh sebelum saya dilahirkan di dunia ini. Kemungkinan generasi yang memegang tampuk usaha ini sudah lah generasi kedua, yang pada akhirnya anaknya lah yang akan mewarisi bisnis keluarga turun temurun. Pertama kali dibuka di dalam pasar Mayestik dimana the original Mandala bermukim pertama kali hingga sekarang. Namun karena keribetan lokasi yang berada dalam sebuah pasar, akhirnya keluarga kami lebih sering untuk membeli di cabang mereka di Wolter Monginsidi.
Sepintas Anda melihat Mandala ini adalah sebuah bisnis yang secara sukses berhasil menarik hati para loyalist nya dengan mutu makanan, kecepatan dan porsinya yang memang menunjukkan harga yang dibayarkan pelanggan di meja kasir. Selain itu ada nilai lebih dari Mandala yaitu stagnan dalam pengembangan area berbisnis di satu lantai yang berisikan beberapa meja dengan 50 kursi kapasitas maksimal. Padahal, ketika bisnis makanan berpedoman dengan berapa porsi yang terjual dalam sehari, Mandala cukup puas dengan hasil yang dicapai dalam kesehariannya.
Mungkin, saya bukalnlah yang pertama yang memberikan resensi tentang restoran legendaris ini, ada yang berhasil bertemu dengan boss Mandala yang terkenal dengan Bubur Ayam Kampung dengan panci panas lengkap dengan api yang masih membara ketika disajikan oleh pramusajinya. Seingat saya bos restoran ini sempat mengisi hari-hari kunjungan saya namun sekarang ini bos tersebut lebih sering bersembunyi di dalam dapurnya yang berada di belakang.
Masakan khas tionghoa seperti gurame asam manis, ayam nanking dan sapi cah kailan adalah menu-menu Mandala yang paling banyak digemari oleh Mandala Aficionados ini. Besarnya porsi, keunggulan rasa dan kebersihan restoran adalah sebuah motto bisnis restoran yang telah menjual berjuta mie goreng dan bubur ayam kampung kepada loyalistnya. Dengan segala bentuk kesederhanaan dan kesahajaan, Mandala melaju tetap percaya Selasa adalah hari semua beristirahat yang berarti merupakan sebuah warning sign untuk menjauhi perimeter Mandala Wolter Monginsidi di hari tersebut.
Viva Mandala!
Tag: Mandala, Wolter Monginsidi, Pasar Santa
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
mlandhing: Dua Jempol
Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat