Manisan Kolang-kaling 10

Selasa, 20 Jul '10 13:04

Manisan Kolang-kaling atau Manisan Buah Atap ini hasil wawancara Mlandhing dengan ‘asisten’ di rumah yang kalau bikin manisan ini kok enak banget. Apa ya, legit gitu deh. Jadi langsung ‘dipaksa’ mengaku bagaimana bikinnya. Kalau mau coba, silakan.

BAHAN:
2 kg kolang-kaling/buah atap
2 lt air cucian beras
1/2 sdt tawas
1.500 gr gula pasir
2.500 ml air
5 lbr daun jeruk purut
2 lbr daun pandan
pewarna makanan merah

CARA MEMBUAT:

  • Cuci kolang-kaling, agak remas-remas biar bersih. Rendam kolang-kaling dengan air cucian beras semalam. Tiriskan.
  • Larutkan tawas dengan 2 lt air, rendam kolang-kaling dengan larutan ini sekitar 3-4 jam. Cuci berkali-kali dengan air bersih. Tiriskan.
  • Rebus gula pasir dengan 1.500 ml air hingga mendidih. Masukkan daun jeruk purut dan pandan. Tambahkan pewarna makanan merah secukupnya. Masukkan kolang-kaling.
  • Rebus beberapa saat, matikan api. Biarkan kolang-kaling terendam larutan gula semalam.
  • Paginya, tiriskan kolang-kaling, rebus kembali air gula hingga mendidih. Masukkan kembali kolang-kaling dan rendam semalam. Tiriskan. Masukkan kulkas. Sajikan dingin.

TIPS & TRIK:

  • Kolang-kaling bisa disajikan dengan kuahnya. Tak perlu direndam 2 kali. Pada rendaman pertama, secepat dingin, masukkan ke kulkas. Sajikan.
  • Pewarna makanan gunakan sesuai selera. Bisa diganti hijau atau warna lainnya.
  • Penggunaan tawas adalah untuk membentuk tekstur kolang-kaling. Bisa juga mempergunakan air kapur sirih, tapi kok jadinya warna kolang-kaling jadi kotor. Jadi lebih baik pakai tawas saja, yang penting cuci kolang-kaling setelahnya berkali-kali agar bersih dari tawas ini.

(gambar dipinjam dari sini)


Tag: kolang-kaling, buah atap, aren

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

thoif 0 0
manisan kolang kaling...
mmm... teringat dulu pas masih di SD/SMP... ada sate kolang-kaling yang maniezzz... mmm... maknyus...
mlandhing 0 0
thoif: hooh, kalau di jogja tuh penyajiannya memang disunduki/ditusuki kayak sate... isinya ada yang 4-5 kolang-kaling gituh... enak...: D
didi 0 0
Mbak..tawas itu belinya di mana yach?..bentuknya kayak apa yach..ku pengen coba bikin di rumah nich..kangen bgt manisan kolang kaling ini..dulu pas masih kecil oleh2 favorit klu Ibu ke pasar ( bentuknya bener kayak sate gt )..hehe..skrg ndak da lagi yang jual..palagi di Semarang..
mlandhing 0 0
didi: wah, kalau di tempatku sih belinya mudah, di pasar kan ada tukang jual kembang yang jual juga sirih dll, nah aku beli disitu.... bentuknya sih sebenarnya mirip gulabatu ya, cuma kadang ada yang jual sudah dalam bentuk bubuk.

kalau tidak nemu tawas, gpp kok, kau cuci aja kolang-kaling berkali-kali, cuci terakhir gunakan air panas, rendsam sebentar... tiriskan, gunakan.
didi 0 0
Kapur sirih bukan Mbak?..beda ya..hehe..okey dech ntar ku cari di pasar tradisional ya..sapa tau ada,,.tq info na..
mlandhing 0 0
didi: bukan kapur sirih... beda... asli mirim gula batu... : )

btw, kau juga boleh lho ngerating tulisan yg ada di sini... cona perhatikan di bawah judul itu selalu ada tulisan RATING... klik saja dan pilih sesuai penilaianmu terhadap tulisna yang ada... ayo gih, rating tulisan teman-teman... : )
listya 0 0
Sebaiknya jangan pakai tawas, krn ini bahan kimia yang digunakan sebagai koagulan pada proses penjernihan air sungai. Ada teman yang bilang, setelah direndam dg air beras, buah atap di gosok dengan daun-alang agar teksturnya jadi bagus. Cuma saya belum pernah coba. Biar lebih yahuud rasanya, sebelum disajukan rendam dg fanta merah. pasti siiiiip !
mlandhing 0 0
listya: hihi... emang susah... tawas memang disarankan tidak digunakan... tapi kalau gak pakai itu kok kenyalnya beda ya.

itu kenapa aku pakainya dikit saja... dan setelah itu kucuci berulang... dari pengalaman sih gak masalah ya... : D
listya 0 0
Mbak lebih suka penampilan ya silahkan aja. Tawas itu bahan kimia yang dapat terserap ke dlm kolang-kaling ketika dicampurkan.. Walaupun dicuci berulang kali, tidak jaminan tawasnya hilang /larut semua dan keluar ke dalam air. Yang jelas sudah terjadi REAKSI KIMIA antara tawas dan kolang-kaling , terbukti menurut mbak rasanya jadi lebih kenyal. Yang saya ketahui, efek zat kimia terhadap tubuh kebanyakan akumulatif, setelah terkumpul dan terendapkan banyak di dalam tubuh, baru muncul efeknya. Kalau baru sedikit belum nampak gejalanya. Kalau saya, TETAP SEHAT itu UTAMA. Nwn
mlandhing 0 0
listya: sip... suwun ya diingetin... ntar dicoba ya... : )

Silahkan login untuk memberikan pendapat