Binde Biluhuta, Kuliner Gorontalo Yang Mempesona 2

Senin, 21 Jun '10 05:40

Pengalaman menyantap makanan khas ala Gorontalo "Binde Biluhuta" yang diadakan Sabtu malam (19/6) dirumah saya bersama kawan-kawan komunitas Blogger Cikarang sungguh sangat mengesankan. Pujian tulus dan melihat betapa lahapnya kawan-kawan se-hidup se-cikarang menghabiskan kuliner andalan asal Gorontalo, tanah kelahiran kedua orang tua saya, sungguh melerai keletihan dan kerja keras saya dan istri menyiapkan hidangan yang kerap disebut sebaai "Jagung Siram"itu.

Saat pertama kali saya ungkapkan pada istri rencana rapat Komunitas Blogger Cikarang di rumah, saya langsung mengusulkan untuk menyajikan makanan khas ala Gorontalo : Binde Biluhuta. Semula istri saya, yang berasal dari Yogya, agak enggan karena kurang merasa percaya diri memasaknya. Saya langsung meyakinkannya serta menyatakan kita bisa meminta advis langsung dari ibunda saya di Makassar. Dan demikianlah, 2 hari sebelum acara, kami menelepon orangtua di Makassar mengungkapkan niat kami ini.  Ibu saya langsung mendukung dan siap melakukan "alih teknologi" masak kepada istri saya, si menantu tercinta di Cikarang.

Binde Biluhuta merupakan jagung manis yang dipipil lalu direbus kemudian diberi parutan kelapa, ebi, daun bawang, daun kemangi, bawang goreng, jeruk nipis, kecap, dan cabe rawit yang diulek halus. Binde paling enak disantap saat masih panas, menyeruput kuahnya pelan-pelan dengan aroma jagung manis rebus yang lezat ditambah sambal colek, sungguh merupakan sebuah sensasi tersendiri.

Saya masih ingat betul setiap akhir pekan usai ayah saya gajian di awal bulan, hidangan ini senantiasa tersaji dimeja makan dan menjadi makanan favorit keluarga kami. Jagung merupakan makanan pokok masyarakat Gorontalo sejak dulu. Seperti yang saya kutip dari artikel ini :

Makanan hasil olahan dari jagung cukup beragam di daerah itu. Sebut saja kokole yaitu jagung muda yang ditumbuk halus lalu diberi santan, gula merah kemudian dikukus. Ada pula balo binde, semacam nasi dicampur jagung.
Sadar bahwa potensi jagung Gorontalo begitu besar, Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad pada awal masa jabatannya memproklamirkan Gorontalo sebagai ‘provinsi jagung". Pada tahun 2003 Fadel mengeluarkan aturan yang mematok harga jagung ditingkat petani minimal Rp 900 per kilogram. Saat itu harga pasaran hanya Rp 300 per kilogram. Para pedagang mencak-mencak tapi Fadel bergeming. Hasilnya, sekarang jagung menjadi komoditas unggulan, sekaligus komoditas ekspor terbesar wilayah itu meski jumlah produksinya masih kalah dibanding dengan Sulawesi Selatan. Produksi jagung Gorontalo tahun 2000 masih sebesar 118.181 ton. Tahun 2001 naik menjadi 131.420 ton. Namun tahun 2004, setelah Fadel mematok harga beli minimal, produksi jagung melonjak jadi 251.214 ton. Tahun 2005, kata Fadel, total panen jagung Gorontalo mencapai 450.000 ton dan tahun 2006 sampai 600.000 ton.
Pengurus Komunitas Blogger Cikarang foto bersama seusai menyantap Binde Biluhuta di rumah saya

Pengurus Komunitas Blogger Cikarang mejeng bersama seusai menyantap Binde Biluhuta dirumah saya (foto by Pak Firman)
Maka , Hari Sabtu pagi, kami menuju pasar Kota Jababeka membeli semua materi Binde Biluhuta seperti jagung manis, daun kemangi, jeruk nipis, udang dan ikan Tenggiri. Sebenarnya, bila merujuk pada hidangan aslinya di Gorontalo, biasanya Binde menggunakan udang kering yang disebut "duwo" , yang berasal dari danau Limboto, danau terbesar di Gorontalo. Namun karena di Cikarang sangat sulit mendapatkannya, kami melakukan modifikasi dengan tetap membeli udang plus ikan Tenggiri yang dibakar lalu disuwir-suwir kecil.

Agar sajiannya kian mantap, parutan kelapa (yang saya parut sendiri secara "manual"usai sholat maghrib) ditaburkan diatas hidangan Binde lalu dicampurkan bersama-sama udang serta suwiran ikan bakar Tenggiri. Tentu tak lupa senantiasa konsultasi via telepon bersama ibu saya di Makassar. Dan hasilnya...wow!. Luar biasa!. Semua yang datang di rumah kami menghabiskan minimal "dua etape" Binde Biluhuta.

Penasaran bagaimana membuatnya? Silakan baca resepnya disini dan yang paling nikmat adalah memasaknya disertai lagu "Binde Biluhuta" yang didendangkan oleh Eddy Silitonga (bisa diklik disini)


Tag: jagung, binde, masakan enak

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

chaos 0 0
wuaaaa...kayaknya enak ne....jagung manis dikasih bumbu asin pedas aja ane udah suka, apa lg yg ini...*ngiler*
mlandhing 0 0
wadhuh... dengar sampeyan cerita soal lahapnya teman-teman mengudap bibde bihuluta ini, aku kok langsung ngiler tho mas... lha giliranku kapan bisa mencicip masakan ini? resep boleh kucoba, tapi kan aku tetap butuh benchmark rasa binde yang sesungguhnya itu kayak apa, iya kan? *asli, ngarep mode on*

Silahkan login untuk memberikan pendapat