asam pedas 5
Senin, 17 Mei '10 15:22
Ikan Sembilang (Paraplotosus albilabris)
Berburu menu masakan Riau ternyata cukup menarik, saya sangat tertarik dengan berbagai jenis istilah ikan yang ditawarkan, salah satunya adalah “ikan sembilang”. Bentuk badan panjang tanpa sisik, sirip punggung pertama berduri tajam dekat dengan kepala, sirip punggung kedua bersambung dengan sirip ekor dan sirip dubur. Awal sirip punggung kedua di depan atau di atas sirip perut. Bagian depan lubang hidung berpori-pori, dekat bibir atas membuka ke bawah. Berwarna gelap dengan badan berwarna putih (Weber and Beaufort, 1913, Kottelat, et al., 1993). Ikan ini dapat mencapai panjang total 134 cm. Sebenernya tidak jauh berbeda dgn ikan lele hanya saja ukurannya lebih besar “JUMBO”.
Ikan sembilang merupakan ikan predator, yang memangsa anak-anak ikan kecil. Selain itu juga memakan hewan-hewan yang hidup di dasar dari kelompok gastropoda, moluska dan krustasea. Ikan dewasa hidup sendiri atau dalam kelompok kecil.
Beberapa waktu yang lalu, saya pernah makan ikan ini di rmh makan kampong di pinggiran pantai daerah Tg.Riau, rmh mkn ini sangat terkenal. Meskipun tempatya sangat jauh dari jalan raya, akses masuk jalan yang sempit karena memang daerah pemukiman pinggir laut. Resto yang unik bersebalahan dgn rumah-rumah warga tanpa nama (spt makan drmh) berbentuk rumah panggung sangat sederhana tapi didalamnya banyak di pajang foto-foto orang penting sampe artis-artis (berdecak kagum sejenak). Ternyata memang di sini spesialis Masakan Riau dgn jenis ikan yang *aneh-aneh* menurut saya.
Harga ikan ini cukup mahal yaitu berkisar Rp.20.000,- hingga Rp.30.000,- tiap kilogramnya. Alat tangkap yang biasa digunakan untuk mendapatkan sembilang dengan belad atau pancing.
Tag: seafood, melayu, ikan sembilang
Terkait:
-
Menggonggong di Pulau Bintan
Selasa, 27 Apr '10 06:53 -
Saus XO
Rabu, 30 Nov '11 06:14 -
bingka bakar "Nay@Dam"
Selasa, 18 Mei '10 16:45

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat