Gomak Ketan, Kue Lama Yang Ditemukan Kembali 1
Kamis, 25 Feb '10 16:54
Dulu, pada saat saya masih di Sekolah Dasar. Saya suka sekali dengan satu jenis kue yang juga berasal dari ketan. Namanya Gomak Ketan. Lama sekali saya tidak pernah lagi mencicipi kue ini, mungkin lebih dari 20 tahun. Pada suatu hari, tanpa sengaja disaat saya menemani ibunda tercinta berbelanja di pasar tradisional Kuto, tanpa sengaja saya melihat ada seorang nenek-nenek yang senyum kepada saya lalu menawarkan sebuah kue dalam baskom sedang sambil berujar: "Teripang, nak...". Saya sempat agak kurang menangkap maksud dari nenek tersebut. Tapi pada saat saya menghampiri, ternyata alangkah senangnya saya. Lebih dari 20 tahun saya tidak menicipinya, ternyata kue yang menjadi favorit saya sedari kecil ini akhirnya saya temukan keberadaan tempat yang menjualnya. Tak lagi menanyakan harga, langsung saya mencomot satu kue tersebut dan dengan lahap mengigit dan mengunyahnya. Dan rasanya... Masih seperti yang dulu. Manis, Gurih dan sedikit kenyal.
Yah, itulah kue Gomak. Nama lain yang saya dapatkan adalah kue Teripang. Kue yang berbahan dasar ketan yang digoreng lalu dibaluri dengan gula aren ini memang terbilang sederhana. Tapi, bagi saya citarasa sederhana seperti inilah yang sebenarnya tidak membutuhkan analisa otak yang rumit. Sehingga pada saat menikmatinya, diri kita bisa menimatinya dengan cara yang santai. Entah itu sambil berjalan-jalan ataupun sambil berbincang-bincang. Dan itulah yang saya lakukan, sambil asyik mengunyah saya pun menanyakan berapa harga per buah dari kue jaman dulu ini. Dan ternyata, untuk menikmati sebuah citarasa sederhana dari kue Gomak Ketan ini hanya seharga Rp. 500,- saja.
Berbeda dengan kebanyakan kue yang ada dijaman sekarang ini yang banyak dilahirkan dari ide kreatif dan modifikasi yang tidak hanya memanjakan lidah dan perut tapi juga mata, sajian kue pada jaman dahulu sangat terbilang sederhana dan apa adanya. Tidak banyak langkah untuk membuatnya. Namun, bagi Anda yang suka dengan sajian-sajian sederhana dan apa adanya seperti kue Gomak Ketan ini, patutlah merasakan sebuah gambaran tentang sebuah simbol jajanan masyarakat Indonesia yang sederhana dan apa adanya sama seperti apa yang saya rasakan disaat saya menemukan kue ini kembali.
Tag: Kue Gomak Ketan

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat