Shanghai, [Juga] Nama Gorengan 3
Senin, 22 Feb '10 21:51
Masih dalam program berburu jajanan pasar. Kali ini saya mengangkat sebuah nama kue tradisional yang masih bisa saya temukan keberadaannya di jaman sekarang. Namnya kue Shanghai.
Bukan bermkasud ingin membawa suasana tahun baru Imlek tapi memang gorengan ini diberi nama seperti itu. Tentang asal-usul mengapa sampai diberi nama seperti itu, saya juga kurang mengerti. Tapi yang ingin saya bagikan adalah keunikan dari makanan satu ini.
Di Palembang, makanan ini masih dikategorikan sebagai kue. Tapi kalau menurut saya, ini termasuk jenis gorengan. Berbahan dasar tepung terigu yang diberi air, diberi sedikit kunyit sebagai pewarna kuning lalu ditambahkan irisan kentang dan daun seledri. Makanan ini digoreng dengan menggunakan sendok khusus yang berfungsi sebagai cetakan.
Setelah matang dan makanan ini disajikan, gigitan akan membuat irisan kentang terlihat muncul dari dalam. Dengan bagian dalam yang lembut dan bagian luar yang renyah, Shanghai bisa dijadikan sarapan ringan bagi kita yang tidak memiliki cukup waktu untuk sarapan nasi atau sejenisnya.
Dengan harga Rp. 500,- dan dengan ukuran sebesar kue Sus, Shanghai bisa mengganjal perut Anda. Jajanan ini sendiri masih bisa dijumpai di pasar-pasar tradisional di kota Palembang seperti: Kuto dan Cinde, dan di daerah Plaju pun masih ada penjaja kue yang juga menyertakan Shanghai sebagai jualan mereka.
Tag: Shanghai

Komentar:
Asti Rahman: Iya lah, kapan kapan maen ke Palembang ya, Mbak
Silahkan login untuk memberikan pendapat