Megana 7

Selasa, 16 Feb '10 13:00

Wuih, ketika menulis resep ini aku bingung. Bukan apa-apa, tapi namanya itu lho... Megana, khawatir keliru dengan Nasi Megana khas Pekalongan. Padahal bentuknya jauh berbeda. Kalau Nasi Megana kan semacam nasi liwet yang diberi urapan sayur nangka dan terik daging. Sementara Megana yang satu ini adalah kelapa berbumbu, mirip dengan urap. Bedanya kalau urap dikukus, megana ini digongseng (digoreng dengan sedikit minyak).

Resep ini adalah andalan keluarga kami. Kalau tidak salah, nama MEGANA berasal dari Sakmerga-merga ana (baca: semua serba ada). Sebenarnya ini dimaksudkan sebagai doa agar kita diberi serba ada, banyak rejeki, kesehatan, dan tentu ketenteraman. Itulah mengapa hidangan ini dulu sering digunakan pada perhelatan dan upacara adat jawa.

Pada resep Megana ini semua bumbu jawa nyaris masuk jadi satu. Hasilnya, hhmm, anakku yang tidak suka sayur kulupan saja, setelah diurap dengan megono ini langsung lahap makannya.

Saran, karena bikinnya lumayan repot dan lama, ada baiknya buat sekalian banyak. Tahan beberapa hari kok kalau dihangatkan, apalagi kalau disimpan di almari pendingin. Masukkan saja ke wadah kedap udara, simpan. Kan mudah tuh kalau kepengen, tinggal gongseng secukupnya, urapkan ke sayur, makan deh....sedaaappp!

BAHAN:
2 bh kelapa agak muda, parut
500 gr tetelan daging sapi, rebus, potong kecil-kecil
1 lt kaldu daging
5 lbr daun salam
2 ptg lengkuas
5 lbr daun jeruk
3 bh sereh
1 sdm rebon
1 potong tempe semangit, potong dadu
1 papan petai, kupas, iris-iris tipis
20 bh cabai rawit merah
gula jawa secukupnya
3 sdm minyak goreng

BUMBU dihaluskan:
10 bh cabai merah
15 siung bawang merah
10 siung  bawang putih
1 1/2 sdt ketumbar
10 bh kemiri
garam secukupnya

KULUPAN SAYUR:
Bayam, siangi
Kacang panjang, potong-potong sepanjang 3 cm
Taoge, siangi
Kol, iris kasar
Wortel, iris julien

CARA MEMASAK:

  • KULUPAN SAYUR: rebus semua sayur hingga matangnya cukup, tiriskan, sisihkan.
  • Tumis bumbu halus hingga harum.
  • Masukkan parutan kelapa, daging tetelan, dan tuangi kaldu daging, biarkan mendidih.
  • Masukkan daun salam, lengkuas, daun jeruk, sereh, rebon, tempe semangit, petai, gula jawa, dan cabai rawit utuh.
  • Aduk-aduk kelapa hingga air habis. Teruskan menggongseng kelapa ini hingga berwarna kecokelatan.
  • Sajikan dengan mengurapkannya pada kulupan sayur.


TIPS & TRIK:

  • Terus bolak-balik kelapa ketika menggongseng, karena bagian bawah potensial gampang gosong dan berkerak.
  • Sayur kulupan sesuaikan saja dengan selera.
  • Lebih nikmat disajikan dengan potongan telor pindang.


Tag: urap, megana, adat jawa

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Matt Zammy 0 0
koyo urap.. : p
mlandhing 0 0
Matt Zammy: memang... sayuran yang dipakai sama aja... teknik masak dan bumbu kelapanya yang membedakan... kalau urap dikukus, megana ini digongseng.... bumbu megana juga lebih kompleks... hasilnya, rasanya lebih kaya... : )
La 0 0
beneran budhe, kirain megono pekalongan
mlandhing 0 0
La: hehehe, bukan la... yang megana pekalongan aku malah blom pernah nyoba tuh!
Wahyu Budiyono 0 0
Nih, kalo dimakan pas siang-siang muantabz juga yak...
mlandhing 0 0
Wahyu Budiyono: yoi... seger banget... apalagi kalau agak pedas bikinnya... bikin keringat keluar juga lho!
Wahyu Budiyono 0 0
mlandhing: Udah kebayang sih, mbak... : D

Silahkan login untuk memberikan pendapat