Ketan Srikaya 5
Rabu, 30 Des '09 20:27
Ada satu lagi kue yang biasanya disajikan dalam beberapa perhelatan atau hajatan yang ada di kota Palembang, namanya kue Ketan Srikaya. Kue yang dibawa oleh tradisi bangsa melayu ini terbilang kue yang cukup unik dimana terdapat dua bagian. Pertama, bagian Ketan dan kedua adalah bagian Srikaya.
Ketan dan Srikaya dipadukan untuk menciptakan sebuah sajian kue yang memiliki cara tersendiri dalam memakannya. Umumnya, kalau menikmati sebuah jenis kue kita tanpa ragu langsung gigit langsung kunyah langsung telan, selesai. Tapi ini, pertama-tama kita mengambil ketannya lalu menyendokkan Ketan tersebut pada Srikaya baru dimakan. Hasilnya, jelas sudah gabungan antara kegurihan Ketan dipadu dengan manisnya Srikaya.
Jika tuan rumah yang punya hajat membuat sendiri kue ini, biasanya antara Ketan dan Srikaya disajikan terpisah. Tapi jika kita membeli langsung dari penjual kue, biasanya sudah disajikan dalam satu tempat. Biasanya Ketan dibawah dan Srikaya diatas dan bisa langsung disantap tanpa harus mengoleskannya lebih dulu.
Dalam tradisi hajatan di Palembang, ada beberapa macam kue yang biasanya disajikan. Antara lain: Ketan Srikaya, Kue Lapis, Kue Gandus, Dadar Gulung, Dadar Jiwo, Risoles dan Martabak kentang. Yang paling mencolok adalah salah satunya Kue ini, kue Ketan Srikaya. Karena kue ini memiliki dua warna yang kontras, Ketan yang berwarna putih dan Srikaya yang berwarna hijau. Dan kue ini biasanya disantap terakhir sebagai penutup dari hidangan semacam Celimpungan, Pempek, Laksan ataupun Burgo.
Dikalangan penjaja kue, Ketan Srikaya dipatok dikisaran harga Rp. 500,- sampai Rp. 1.000,- per paket, maksudnya Ketan + Srikaya. Dan kue ini banyak sekali dijajakan di seputaran pasar Kuto, pasar Gubah 26 Ilir dan pasar Cinde.
Mau coba makan kue yang harus dicolek-colek dulu sebelum dimakan? Cobai saja Ketan Srikaya.
Tag: Ketan Srikaya
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Dony Alfan: Dua Jempol
-
mlandhing: Renyah Gurih
-
maknyos: Manis Deh
-
bubid: Manis Deh

Komentar:
*special request*
bubid: kalau aku, makannya mending sama teh tawar... hehehe
Silahkan login untuk memberikan pendapat