Ma Uneh, Kenikmatan Khas Masakan Sunda 13

Selasa, 29 Des '09 11:51

Dari sekian banyak restoran sunda yang menyajikan makanan dengan cara prasmanan, inilah tempat makan khas Sunda yang sudah ada sejak belasan tahun lalu. Tetap bertahan dengan konsep lamanya, mampu bersaing diantara restoran sunda modern yang semakin menjamur. Ma Uneh namanya, diambil dari nama pendiri warung makan ini. Awalnya warung Ma Uneh ini adalah warung makan untuk mahasiswa, seiring berkembangnya zaman Ma Uneh pun menjadi warung makan untuk keluarga. Sering dijadikan tempat nostalgia mereka yang dulunya pernah kuliah di Bandung. Dan tetap diminati karena kelezatannnya yang memikat.

Menu warung Ma Uneh sebenarnya tidak jauh berbeda dengan menu warung makan sunda lainnya. Ada ayam goreng, tahu tempe goreng, otak goreng, beraneka macam pepes, sampai pete dan jengkol pun ada. Dan yang pasti tidak boleh ketinggalan tentu sambal dan lalapan. Meskipun demikian, rasanya boleh dibandingkan dengan yang lain. Apalagi dibandingkan dengan restoran modern, rasa masakan Ma Uneh jauh lebih nikmat.

Yang harus dicoba kalau makan di Ma Uneh adalah menu jeroannya serta sambel dadaknya. Bagi yang suka jengkol, katanya semur jengkolnya juga nikmat. Sayang saya tidak bisa menggambarkan seperti apa nikmatnya karena saya tidak suka jengkol. Kalau kebetulan bersantap siang di Ma Uneh juga cobalah menu haremis, semacam kerang kecil yang ditumis bersama bumbu-bumbu.

Ma Uneh buka setiap hari kecuali hari Jumat. Lokasinya di Jl. Pajajaran Bandung, di samping Melinda Hospital. Kalau siang, warungnya agak masuk ke dalam gang. Kalau malam hari mereka membuka gerobak kaki lima di pinggir jalan. Yang siang maupun malam, sama pemiliknya. Bedanya siang hari harganya agak lebih mahal daripada yang buka malam hari. Kalau soal rasa, sama nikmatnya.


Tag: Bandung, warung, makanan Indonesia

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

mlandhing 0 0
ini modelnya mirip ceu mar itu atau bukan?
Asti Rahman 0 0
mlandhing: beda mbak.. ini kita milih dulu makanannya, terus diangetin.. nggak disimpen diatas pemanas kaya ceu mar.. rasanya juga jauh lebih enak : )..
nurrahman 0 0
hmmm, kayak angkringan di jogja gt kah?
Asti Rahman 0 0
nurrahman: nggak juga sih.. kalau pernah makan di restoran bumbu desa atau sambara, ya mirip-mirip gitu lah.. tapi dengan versi lebih tradisional..
maknyos 0 0
pernah sekali di sambara semarang, kurang cocok di lidah saya
Asti Rahman 0 0
maknyos: sambara memang versi modern.. kalau soal rasa yang tradisional macam Ma Uneh masih menang lah..
yudiantoro 0 0
dari semua restoran sunda yang ada di bandung, saya paling suka sama restoran ini, rasanya masih sunda banget : ) tapi jangan keliru, ada dua Ma Uneh, saya lebih suka restoran yang di jalan pajajaran (Ma Uneh juga ada di setiabudi), lebih enak rasanya (saya ga tau kenapa) dan yang agak aneh, lebih murah dari yang di setiabudi.

Apa karena posisinya lebih wah jadi lebih mahal di setiabudi gitu?
Asti Rahman 0 0
yudiantoro: yang di setiabudhi mahal karena pajaknya gede kali kang.. dan kayanya sih yang setiabudhi franchise nya kali ya, jadi mungkin yang masaknya beda?
yudiantoro 0 0
Asti Rahman: tah meureun (baca: mungkin) pajaknya, tapi kalo saya ga salah itu ibu sama anak, anak yang ngelola setiabudi.. yang lebih anehnya, makan siang di ma uneh pajajaran yang di rumahnya bs lebih mahal dari makan malem ma uneh pajajaran yang di pinggir jalan : )) koq bisa begitu ya? Ngabisin lauk gitu?
Asti Rahman 0 0
yudiantoro: Pajak juga kang.. Hahah.. Kalo yang siang kan di rumah jadi pajaknya pajak restoran.. Kalau yang ma;em pajak kaki lima : D..
mlandhing 0 0
Asti Rahman: beda-beda harga gini termasuk strategi pemasaran juga bukan?
danurweni 0 0
udaaah pernaaah nyobaaaiin, enaaak beraaat : )
mlandhing 0 0
danurweni: weeehhhh... capa nih... datang tiba-tiba langsung ngaku enak... hayooohhh... setor, njajanin aku dulu...: p

Silahkan login untuk memberikan pendapat