Pindang Patin, Sup Ikan ala Palembang 1
Selasa, 22 Des '09 20:23
Kalau Anda mendengar kata Pindang, sudah jelas Anda akan mengetahui jenis makanan berkuah satu ini. Soalnya, di banyak daerah di Indonesia banyak juga makanan yang tergolong kedalam jenis Pindang. Tapi kalau kita membahas soal Pindang Patin khas Palembang, tentunya saya sangat yakin kalau makanan satu ini punya ciri khas yang berbeda dengan Pindang di tempat lain.
Perbedaan dari Pindang di daerah lain dengan Pindang Patin khas Palembang terletak pada sajian kuah dan elemen pendukung yang ditambahkan ke dalam makanan ini. Pindang Patin adalah satu kuliner yang sering sekali disertakan dalam acara makan siang di kalangan masyarakat Palembang. Pindang Patin terbilang menu yang istimewa untuk makan siang, pasalnya selain memang ikan Patin merupakan ikan yang banyak diperairan sungai Musi, ikan ini juga adalah ikan yang paling mudah dijumpai sampai sekarang.
Pindang Patin Palembang memiliki beberapa keistimewaan. Diantaranya adalah: Adanya irisan Nanas yang disertakan dalam campuran Pindang. Ini menghasilkan Pindang Patin yang terasa lebih segar dan bisa mengimbangi ikan Patin yang memang jenis ikan berlemak. Nanas umumnya dipakai sebagai penambah selera makan dan juga sebagai penyegar. Sehingga setelah makan, mulut tidak terasa amis atau berbau ikan. Dibeberapa daerah di Palembang, Pindang Patin pun juga memiliki citarasa yang unik, selain adanya irisan Nanas sering juga ditambahkan potongan belimbing asam atau belimbing sayur dan juga lembaran pucuk daun Kemangi. Sering juga dijumpai Pindang Patin yang kuahnya terdapat gilingan cabe merah yang digiling kasar sehingga pada saat kita mengaduk kuahnya, pecahan cabe pun ikut menyebar.
Biasanya Pindang jenis ini banyak dijumpai didaerah Komering. Ada juga Pindang Patin yang selain terdapat Nanas, Belimbing Asam dan Kemangi, kuah dari Pindang itu sendiri berwarna bening kekuningan. Tampilan Pindang seperti inilah yang banyak dijumpai di kota Palembang. Rumah makan khas Palembang, biasanya menyajikan Pindang dengan tampilan kuah bening kekuningan, dengan irisan Nanas, Belimbing Asam dan pucuk daun Kemangi. Sambal yang biasanya disertakan untuk menambah citarasa pedas adalah sambal terasi yang ditambahkan beberapa tomat cherry.
Biasanya, orang Palembang dalam menyantap Pindang Patin pada jam makan siang menuangkan kuah Pindang sampai menggenangi nasi. Sehingga, sambil menyantap nasi dan ikan dengan menggunakan tangan, mereka sertai juga dengan kebiasaan menghirup / menyeruput kuah dari piring. Bagi beberapa orang yang baru melihat ini mungkin terkesan berantakan atau kurang menarik, tapi begitulah tradisi yang ada di masyarakat Palembang.
Tempat yang asik untuk menikmati Pindang Patin Khas Palembang ini bisa di dapat di Riverside Restaurant ataupun di Warung Legenda. Kedua tempat makan ini bertempat diatas sungai Musi. Anda bisa menikmati suasana sungai Musi dan kehidupan diatasnya sekaligus menyantap makan siang Anda. Tidak usah takut dengan harga, biasanya untuk satu porsi Pindang Pating bisa dinikmati dengan harga antara Rp. 15.000,- sampai Rp. 20.000,-.
Tag: Pindang Patin
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Dony Alfan: Manis Deh
-
mlandhing: Renyah Gurih

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat