Rujak Mie Palembang, Bukan Rujak Yang Sebenarnya 10

Jumat, 11 Des '09 19:36

Kalau kita mendengar kata 'RUJAK' mungkin yang terbayang dipikiran kita adalah irisan bermacam-macam buah segar, mulai dari jambu aer, mangga, pepaya dan lain-lain lalu disiram dengan bumbu pecel pedas berpetis atau taburan cabe garam diatasnya. Tapi kalau Anda datang ke kota Palembang lalu Anda mendengar kata 'RUJAK', maka akan menghasilkan dua opsi. Apakah rujak yang berkomposisi buah atau sebuah nama makanan khas Palembang yang bernama RUJAK MIE yang akan Anda pilih.


Di Palembang, ada sebuah makanan khas yang selalu disantap oleh rata-rata masyarakat kota ini diwaktu sore, masyarakat menyebutnya RUJAK MIE. Rujak Mie bukanlah makanan yang berkomposisi buah layaknya rujak pada umumnya. Tetapi makanan ini adalah makanan yang berkomposisi Mie Telur Basah, Soun / Mie Putih, Irisan Timun, Taburan Ebi, Irisan Tahu dan Ditambahkan dengan Pempek Goreng lalu disiram dengan Saus Cuka.
Makanan ini sebenarnya perpaduan dari dua etnis besar dikota Palembang pada abad ke 3 masehi yaitu: Etnis Melayu dan Etnis Tionghoa. Secara tampilan umum memang sedikit nyeleneh karena tampilan utamanya yang dominan mie tapi berkuah saus cuka serta tambahan yang mencirikan sekali makanan Palembang, yaitu Pempek.


Cita rasa dari Rujak Mie itu sendiri sangat unik dan sensasional. Loh kok bisa? Anda bisa membayangkan menyantap Mie dengan kuah Pedas ala Saus Cuka Pempek lalu mengigit irisan Tahu, Timun dan ada tendangan udang ebi lalu Anda masukan sebuah gigitan pempek goring pada sentuhan terkahir.... Nnyes... Pedes, seger, gurih...


Makanan Khas kota ini bisa kita dapati dibeberapa pasar tradisional di kota Palembang. Tapi, yang benar-benar menyediakan makanan khas ini adalah Pasar Cinde Palembang yang terletak dijalan Jend. Sudirman. Pasar ini adalah salah satu pasar tradisonal kuliner dikota ini. Tidak sulit menemukan Rujak Mie dipasar Cinde. Anda cukup datang pagi hari, tinggal lihat-lihat sedikit diselasar maka walah... Dengan merogoh kocek mulai dari Rp. 2500,- sampai Rp. 5000,- maka Anda sudah bisa membawa pulang makanan khas ini.


Rujak Mie itu sendiri terkadang menjadi santapan pagi hari oleh masyarakat kota Palembang. Tidak heran, masyrakat kota ini sudah terbiasa sarapan dengan makanan yang pedas-pedas. Tapi kalau Anda ingin mencoba menyantapnya sebaiknya menjadikannya sebagai kudapan sore hari Anda. Ini bagi Anda yang belum terbiasa dengan sarapan pedas ala orang Palembang loh.


Tag: Rujak Mie Palembang

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

maknyos 0 0
ngecesdotcom
Wahyu Budiyono 0 0
Huahahahaha.... : ))
mlandhing 0 0
tapi orang palembang termasuk 'gendheng'... gila aja pagi-pagi dan 'minum' cuka sesukanya... aku pas di sana aja sampai mlongo, lihat wong kito pada mengudap cuka pempek buat sarapan pagi... hehehe
Wahyu Budiyono 0 0
Perutnya udah kebal, mbak...

Kalo gak tahan jangan coba-coba...

Bisa-bisa Diare : )
Wahyu Budiyono 0 0
Komentar ini telah dihapus oleh moderator
mlandhing 0 0
hehehe... aku sih nggak sanggup dah... daripada seharian ngringkel di tempat tidur... : D
warm 0 0
jadi ngiler..

pengen nyoba langsung di palembang ! : ((
mlandhing 0 0
warm: eit... gile, ngilernya banyakan... ini... *sorongin seprai buat tadah iler* : p
Wahyu Budiyono 0 0
Hahahahaha.... Buruan dicoba : D
mlandhing 0 0
Wahyu Budiyono: lho jangan hanya nyuruh nyoba dong... ditraktir gitu kek...: p: p

Silahkan login untuk memberikan pendapat