Nasi Gandul Khas Pati 1
Jumat, 11 Des '09 02:59
Beberapa hari yang lalu, perjalanan pulang dari Rembang menuju Solo, bersama Blontank Poer, kami melewati Pati, Jawa Tengah. Sekitar pukul 00.30 melewati Alun-Alun Pati, kami memutuskan untuk mencari nasi gandul khas Pati untuk mengisi perut. Ternyata pada jam itu, di kawasan Alun-alun Pati masih ada dua warung nasi gandul yang buka, kami pun memilih berkudap di salah satu warung yang ada.
Menurut penjualnya, nasi gandul menggunakan bumbu-bumbu yang hampir sama dengan rawon, tapi tidak menggunakan kluwak - yang menjadikan kuah rawon berwarna hitam. Kuah gandul berwarna coklat dan bersantan. Nasi disajikan di atas piring yang dilapisi daun pisang, kemudian nasi diguyur dengan kuah gandul yang melimpah, lalu ditambahkan kecap manis secukupnya. Sebagai isiannya, Anda bisa memilih empal daging, kikil, jeroan sapi, atau telur. Uniknya, di warung ini isian tadi dipotong dadu dengan menggunakan gunting, cara ini sama seperti penyajian tahu tek dan tahu campur Jawa Timur.
Baru kali ini saya merasakan nasi gandul khas Pati, rasanya manis gurih, benar-benar nJawani. Nasi gandul cocok dinikmati bersama tempe goreng atau krupuk. Harga satu piringnya Rp 8.000.
Ada beberapa versi kenapa makanan ini dinamakan nasi gandul, 'gandul' dalam bahasa Jawa yang berarti menggantung. Ada yang menyebut, dijuluki seperti ini mungkin karena dalam penyajiannya nasi gandul ini ditaruh di atas piring yang dialasi daun pisang, sehingga nasinya nggandul. Versi lainnya adalah karena dulunya nasi ini dijual secara berkeliling dengan menggunakan pikulan dan kalau dijajakan maka pikulan akan menggantung ke kiri dan kanan mengikuti langkah penjualnya.
Percayalah, kalau Anda sudah merasakan nikmatnya nasi gandul, Anda tidak akan lagi peduli kenapa namanya nasi gandul :D
Tag: rawon, nasi, pati, jawa tengah, nasi gandul
Terkait:
-
Sirup Buah Kawista
Jumat, 11 Des '09 01:40 -
Sup Nasi
Rabu, 22 Jun '11 08:04 -
Nasi Gandhul Romantis
Kamis, 26 Mei '11 19:54
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Wahyu Budiyono: Renyah Gurih
-
nurrahman: Dua Jempol
-
mlandhing: Dua Jempol

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat