Sepenggal Memori di Toko Oen 8

Jumat, 20 Nov '09 17:21

Berikut kisah tentang Toko Oen, salah satu resto tertua di kota Semarang. Toko Oen berawal pada tahun 1922 dari seorang Ibu rumah tangga yang tinggal di Yogyakarta.

Liem Gien Nio nama Ibu rumah tangga tersebut adalah istri dari Oen Tjoen Hok yang berpangkat letnan dimana menginginkan istrinya mempunyai kegiatan setelah menyelesaikan pekerjaan rumah tangganya.

Ibu Liem Gien Nio adalah seorang ahli masakan Cina dan Belanda. Kemudian ia mulai membuat berbagai jenis kue dan menjualnya dengan pelanggan dari kalangan masyarakat Cina dan Belanda di kota Yogyakarta.

Ibu Liem kemudian membuka Toko Oen, sebuah toko kecil di Jl.Tugu Kidul Yogyakarta. Toko Oen diambil dari nama suaminya.

Karena kue buatannya enak, kemudian mulai banyak pelanggan berdatangan. Dan Ibu Liem memutuskan untuk memperbesar toko nya. Agar para pelanggannya bisa makan dan minum di tempat tersebut.

Setelah tiga tahun, Toko Oen memperluas toko nya kembali dan menambah staf untuk membuat menu-menu tambahan selain kue.

Toko Oen tahun 1950

Pada tanggal 16 April 1936, akhirnya Toko Oen membuka cabang cabang di Semarang di Weg Bodjoeng yang sekarang terkenal dengan Jl.Pemuda.Di susul dengan di bukanya cabang di Malang.

toko oen

Toko Oen Sekarang

Toko Oen terkenal dengan menu es krim, steak dengan rasa khas Eropa dan kue-kue keringnya. Dimana dulu konon Presiden Soekarno dan Sultan Yogyakarta pernah makan disana.

es krim

Es Krim Toko Oen

Saat ini Toko Oen di kelola oleh Yenny Megaputri salah satu cucu dari Ibu Liem. Yenny menuturkan, Toko Oen dibangun dengan model jendela tinggi dan atap melengkung tinggi dengan meniru desain yang populer di Eropa pada abad ke-19.

Masih cerita Yenni, dia merupakan penggemar desain-desain kuno sehingga tidak akan merubah desain Toko Oen yang sudah ada.

Jika ada sebuah kursi yang rusak, kita akan memperbaikinya dengan mengembalikan di kondisi semula, cerita salah satu pegawai Toko Oen.

toko oen

Yenni juga telah membuka cabang di kota Delf dan Den Haag pada tahun 2000. Karena lekat dengan sejarah, Toko Oen merupakan salah satu tempat favorit bagi para turis-turis asing khususnya turis-turis jadul dari Belanda yang wajib untuk dikunjungi.

Dimana mereka akan duduk menikmati lembutnya es krim sambil bernostalgia menghidupkan kembali memori masa muda mereka di Semarang.

 

Referensi:
http://www.tokooen.com/
http://rkristiawan.blogspot.com/2005/04/semarangs-oldest-restaurant-serves-up.html
http://www.semarang.nl

 


Tag: kuliner semarang, toko oen

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

kakilangit 0 0
saya jauh-jauh ke malang buat makan es krim di toko oen, eh ternyata toko oen pertama malah ada di yogya : ))
maknyos 0 0
kakilangit: ya udah habis ini ke semarang mas biar komplet : D
Herman Saksono 0 0
Kata nenekku dulu, toko Oen itu bestiknya enak buangett. Yang semarang masih jualan bestik nggak ya?
mlandhing 0 0
hm, kalau masuk ke toko oen, rasanya seperti masuk time tunnel gitu... kita seperti dikirim ke jaman baheula... baik suasana maupun hidangannya sangat merepresentasikan jaman,
Dony Alfan 0 0
Blasss belum pernah masuk ke salah satu toko Oen, hehe. Pengen juga nyobain es krimnya
maknyos 0 0
Herman Saksono: masih mas
mlandhing: dah pernah kesini mbak?
Dony Alfan: maknyos mas...Rp.12.000 harganya
tikapinkhana 0 0
jadi pengen kesini : (
maknyos 0 0
tikapinkhana: ya udah ke smg aja tik...ntar aku anterin : D

Silahkan login untuk memberikan pendapat