Gempol Pleret Yang Makin Langka 8
Rabu, 11 Nov '09 13:21
Ada satu minuman khas Solo yang sekarang ini mulai sulit ditemukan, yakni Gempol Pleret. Dulu, minuman ini banyak dijajakan secara berkeliling, tapi sekarang entah kenapa saya susah menemukan penjual gempol pleret keliling. Untunglah, masih ada beberapa penjual gempol pleret yang berjualan menetap, antara lain di Pasar Gedhe dan Langen Bogan. Penjual gempol pleret di Solo tak banyak, bisa dihitung dengan jari.
Sekilas, minuman ini memang mirip dawet. Nama gempol pleret diambil dari isi minuman ini, yakni gempol dan pleret. Keduanya terbuat dari tepung beras, namun rasanya saling bertolak belakang. Gempol berbentuk bulat, ukurannya sebesar ibu jari, dan rasanya asin gurih. Sedangkan pleret wujudnya tipis seperti kulit ayam, rasanya manis, karena diberi tambahan gula jawa.
Gempol dan pleret lalu disiram dengan kuah santan encer. Perpaduan gurih dan manis, menjadikannya 'nano-nano' di lidah, ramai rasanya! Gempol pleret paling enak jika ditambahkan es batu, makin segar di tenggorokan.
Efek dari gempol pleret ini tak hanya menyegarkan, gempol dan pleret yang terbuat dari tepung beras menjadikannya sekaligus mengenyangkan. Gempol pleret disajikan dalam mangkok kecil, harganya murah, cuma Rp 3.000.
Monggo dirahapi...
Tag: solo, pasar gedhe, gempol pleret
Terkait:
-
Lenjongan
Rabu, 11 Nov '09 13:16 -
Es Dawet Telasih Pasar Gedhe
Rabu, 4 Nov '09 03:05 -
Jenang Gempol
Rabu, 9 Nov '11 20:47

Komentar:
kang Dony Alfan anu, nulis soal cabuk rambak doms..
nanti kapan-kapan kita buat gempol pleret ibi ya... aku punya kok resepnya.
Matt Zammy: aku juga punya lho resep cabuk rambak... mau?
wasis: walah... 10rb? hehehe, bikin aja sendiri ah... pasti lebih pas rasanya....
Silahkan login untuk memberikan pendapat