Cabuk Rambak 6

Rabu, 11 Nov '09 18:35

Cabuk Rambak adalah hidangan khas Solo. Cabuk adalah ampas wijen yang telah diambil minyaknya. Dulu memang wijen ini diambil minyaknya, dan ampasnya itulah yang dimanfaatkan untuk bumbu.

Saat ini untuk mencari ampasnya jelas susah, jadi gunakan saja wijen putih. Justru lebih nikmat dong, kan minyak wijennya masih utuh.

Dulu, waktu si mlandhing ini masih kecil, di kauman solo, cabuk rambak biasanya dijajakan oleh simbok-simbok kelilingan gitu. Sederhana bentuknya, cuma ketupat dibubuhi bumbu cabuk rambak ini, dan disajikan dengan karak. Konon, hidangan ini semakin langka. Padahal membuatnya mudah, dan rasanya sedaaappp. Apalagi disajikan di atas pincuk daun pisang gitu, dhuh, tambah nikmat. Berikut resep otentik dari nenek moyang si mlandhing ini. Enak deh. Coba saja sendiri.

BAHAN:
1/2 kg wijen putih
1/2 bh kelapa, parut, sangrai
2-3 sdm minyak goreng
5 lbr daun jeruk purut, iris-iris tipis

BUMBU dihaluskan:
10 siung bawang putih
10 bh kemiri
Kencur +- 3 cm
2 sdm gula pasir
garam secukupnya

CARA MEMBUAT:

  • Goreng wijen putih dengan sedikit minyak hingga baunya harum dan warnanya kekuningan, haluskan bersama kelapa sangrai.
  • Uleni wijen halus dengan bumbu, dan irisan daun jeruk purut.
  • Encerkan bumbu cabuk rambak secukupnya dengan air matang.
  • Sajikan dengan ketupat dan karak atau krupuk gendar.


TIPS & TRIK:

  • Minyak untuk menggoreng wijen tak perlu banyak, agar minyak wijen keluar dan mengharumkan keseluruhan hidangan ini.
  • Daun jeruk bisa saja ikut dihaluskan.
  • Bila suka pedas, tambahkan cabai rawit dalam bumbu yang dihaluskan.

 

(gambar dipinjam dari sini)

 


Tag: kudapan, solo, cabuk, wijen

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Herman Saksono 0 0
Menurutku makanan ini sangat unik.
mlandhing 0 0
Herman Saksono: betul mas... dan so simple... orang gak tahu cara bikinnya saja kali ya, sehingga hidangan ini nyaris 'punah' kecuali di solo.
Riyono 0 0
Sepertinya saya perlu mencobanya
Dony Alfan 0 0
Di daerah rumah saya ada nenek penjual cabuk rambak keliling tiap malam, dia menjajakan dagangannya dengan berteriak dan suaranya melengking, "buuuuk rambakkkkk"
Matt Zammy 0 0
dan makanan ini mulai langka..
mlandhing 0 0
Dony Alfan: wah, kalau teriaknya malam-malam... apa nggak malah medeni tho mas? ntar dikira kuntilanakl yang jualan tuh...! : p

Matt Zammy: yupp... bener banget... itu kenapa aku kepengen banget berburu resep-resep semacam ini... biar tidak hilang begitu saja.

Silahkan login untuk memberikan pendapat