Nasi Liwet Yu Sani 10
Senin, 2 Nov '09 20:59
Kalau ditanya, apa ikon kuliner di Kota Solo? Saya akan mantab menjawab, "Nasi liwet!" Di Kota Bengawan ini, Anda dapat dengan mudah menemukan penjual nasi liwet. Penjual nasi liwet ada yang berjualan di pagi hari dan malam hari hingga dini hari, menu ini memang cocok untuk dijadikan sarapan, dan makan malam, atau sekadar ganjal perut pada dini hari saat lapar mendera.
Nasi liwet yang akan saya angkat dalam tulisan kali ini adalah nasi liwet Yu Sani, letaknya di luar kota Solo, tepatnya di daerah Solo Baru, Sukoharjo. Menempati sisi timur bekas bioskop Atrium. Begitu memasuki warung, Anda akan disambut bau harum nasi liwet, dan aroma khas daun pisang layu yang menjadi alas nasi liwet.
Dibanding nasi uduk, nasi liwet memang lebih gurih, karena ditanak dengan santan yang lebih banyak, sehingga tampilan nasi liwet tampak lebih mengkilat berminyak, dan tentu saja rasanya jauh lebih gurih.
Satu porsi nasi liwet terdiri dari nasi santan gurih, sayur jipan (labu siam), telur pindang, kuning telur kukus, kumud (endapan santan yang dicampur putih telur), dan suwiran daging ayam. Kalau Anda tidak puas hanya dengan suwiran daging ayam, Anda bisa memesan bagian-bagian ayam, seperti dada, paha, kepala, sewiwi (sayap), cakar, ati ampela, dan bahkan brutu (pantat ayam). Yu Sani selalu menggunakan ayam kampung, sehingga rasa ayamnya lebih mantab. Meskipun menggunakan ayam kampung, tapi tidak alot, karena dimasak cukup lama, sekitar lima jam!
Di Yu Sani, nasi liwet biasa disajikan di atas piring yang sudah dilapisi selembar daun pisang. Kalau mau lebih tradisional, Anda bisa minta untuk disajikan di atas pincuk daun pisang.
Monggo dirahapi...
Tag: solo, nasi liwet, sukoharjo
Terkait:
-
Thengkleng Praktis
Senin, 7 Nov '11 08:24 -
Sambal Tumpang
Kamis, 29 Sep '11 09:00 -
Kedai Ngopi dengan Aneka Kue, Setia Buka Nonstop
Selasa, 13 Apr '10 14:03
Komentar:
Maaf lho, gak bisa kasih jawaban pasti, saya belum pernah makan nasi ayam soalnya. Makanya kalo mampir di Semarang, saya ditraktir yak
Herman Saksono:
kalo soal rasa, menuruku yang di Solo Baru itu lebih sedap. lagian, jam buka warungnya juga beda.
nasi liwet ini memang menu segala jaman. di makan kapan pun tetep enak. dipakai sarapan, mantab. segar kalo untuk makan siang. untuk menu makan malam akan makin nikmat. untuk makan dini hari, apalagi?
oiya, penjual nasi liwet di kota Solo, kebanyakan berasal dari daerah Baki, Sukoharjo. mereka sering menggunakan sepeda untuk berjualan.
oiya, ada pantangan yg tak boleh dilakukan saat makan nasi liwet. nasi liwet harus disajikan di atas daun pisang, ndak boleh disajikan di atas piring! alasannya, aroma bau daun pisang yang terkena panas nasi liwet akan menambah sedap rasa.
maknyos:
soal bedanya dengan nasi ayam semarang, beda. secara dasar memang sama, tapi secara toping beda. nasi ayam semarang menggunakan tahu/tempe (kadang ada yang pake tambahan sambel goreng). kuahnya nasi ayam adalah kuah opor, sedangkan kuah nasi liwet itu pake kuah sayur labu-siam.
Silahkan login untuk memberikan pendapat