Bubur Ayam Jalaprang 6

Selasa, 29 Sep '09 09:28

Siapa yang tak kenal bubur ayam? Makanan praktis yang terbuat dari beras yang ditanak lama hingga menjadi lembut dan biasanya disajikan dengan kerupuk dan suwiran daging ayam. Kandungan karbohidrat yang mengenyangkan membuat bubur jadi favorit sarapan pagi. Oleh karena itu biasanya tukang bubur sangat jarang berjualan di malam hari.

Tapi ternyata ada juga bubur yang dijual malam hari. Beberapa waktu yang lalu saya mencobanya. Terpampang jelas di gerobaknya jika bubur dijual mulai pukul 17.00 hingga pukul 24.00. tempat penjualannya pun terkesan sederhana. Hanya sebuah gerobak dengan dua kursi dan dua meja kayu untuk tempat bersantap. Letaknya pun di pinggir jalan raya, tepatnya di pinggir Jl. Dipati Ukur, Bandung. Membuatnya mudah dicari saat perut minta diisi sementara waktu telah larut. Nama bubur ayam itu adalah Bubur Ayam Jalaprang

Bubur Ayam Jalaprang disajikan sederhana saja. Bubur disajikan dalam mangkok, ditaburi irisan cakwe, suwiran daging ayam, potongan seledri, dan bawang goreng. Sebagai pelengkap disediakan sambal yang pedas dan kerupuk. Untuk tambahan ada juga telur dan ati ampela. Jika pertama kali melihat mungkin kita akan berpikir rasanya biasa saja. Tapi jika sudah masuk ke mulut, sensasi rasa gurih bercampur pedas dan hangat bisa memuat ketagihan akan suapan selanjutnya. Waktu itu saya memesan seporsi bubur ayam biasa, sementara istri memesan bubur ayam ati ampela. Dan dua-duanya enak. Meski tanpa kuah gurih maupun aksesoris penambah rasa lainnya. Paduan gurih dari bubur bertemu dengan gurih asin irisan cakwe, wangi seledri, lembut suwiran ayam, semakin nikmat dengan pedasnya sambal dan renyahnya kerupuk. Rasa hangat, gurih, asin, pedas, bercampur jadi satu. Membuat ketagihan suap demi suap hingga hanya tersisa mangkok kosong. Sebagai penetral rasa di lidah, segelas air putih hangat rasanya cukup menuntaskan semuanya.

Kesimpulan akhir, saya nyatakan kalo bubur ayam ini enak dan patut dicoba. Tak hanya enak, kebersihan penyajian bubur ayam jalaprang ini terjaga meski dijual di pinggiran jalan. Sperti tag line yang ditawarkan: gurih, sehat, dan halal. Satu lagi, untuk merasakan hangatnya bubur ayam ini, tak perlu kuatir soal harga. Yang pasti terjangkau. Mulai dari Rp 6.000,- untuk bubur ayam biasa hingga Rp 9.000 untuk bubur ayam spesial.

Penasaran mencoba? Silahkan main ke Jl. Dipati Ukur Bandung. Letaknya dari arah Simpang di seberang kanan jalan setelah pool Citi Trans. Cari saja gerobak cokelat khas dari kayu jati bertuliskan bubur ayam jalaprang di kacanya. Cabang lainnya pun sudah menyebar di Bandung. Untuk info bisa dilihat disini.

 

 


Tag: Bandung, bubur ayam, Jalaprang

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

mlandhing 0 0
hm, di bandung ya? jalaprang itu artinya apa sih?
eskopidantipi 0 0
mlandhing: jalaprang itu nama jalan budhe... tempat pertama bubur ayam ini dijual sebelum membuka cabangnya... yang saya kunjungi ini cabang jl. dipati ukur : )
mlandhing 0 0
eskopidantipi: oalah, gitu tho... oke-oke... paham deh daku... *sok manggut-manggut*
Nieza 1 suka | 0
wah belum pernah nyoba nih..
tantan 0 0
waduh terimakasih banayak atas coment2ny.,.terutama yang ngeposting artikel bubur ayam jalaprang nuhun atas promosinya pa,.kapan mo mampir lagi?hubungin saya
ke 02270992347: )
mlandhing 0 0
tantan: waaa... yang punya bubur ayam jalaprang unjuk gigi juga di sini... anu pak, kan saya di jakarta, belum tahu kapan mo ke bandungnya... anu,kalau dikirim saja bisa nggak ya... *ngarep* : D

Silahkan login untuk memberikan pendapat