Wedang Cemol 8
Kamis, 10 Sep '09 07:07
Wedang Cemol (lafal bunyinya seperti kata setor) merupakan salah satu jenis minuman khas Sala. Bak kosa kata, wedang ini masuk kategori arkais. Masih ada, tapi bukan pekerjaan gampang untuk dapat mendapatkan dan merasakannya.
Sekilas, rasa Wedang Cemol hampir mirip Wedang Rondhe atau Bajigur (kata orang Yogya). Sama-sama pedas karena berunsur jahe, namun beda penampilan karena isinya juga berbeda. Tak ada kolang-kaling seperti pada Wedang Rondhe, warna putih pada Wedang Cemol berupa kelapa muda.
Wedang Cemol lumayan menyehatkan. Meneguknya segelas, sudah sanggup mengusir rasa dingin pagi, malam atau ketika hujan.
'Ornamen' Wedang Cemol terdiri dari kacang goreng sangrai, potongan roti tawar dan serutan kelapa muda. Manisnya pada wedang ini pun ramah karena berasal dari gula aren, bukan kristal sari tebu. Di Sala, wedang 'arkais' ini bisa ditemukan di restoran Hotel Roemahkoe di Jl. Rajiman, kawasan saudagar batik Laweyan.
Tak mahal, hanya Rp 9.500 untuk satu gelas, belum termasuk pajak. Wedang Cemol cocok bersanding dengan pisang goreng atau pisang owol untuk cemilan sambil ngobrol di hotel yang juga bekas rumah saudagar batik itu. Kalau Anda pernah membaca novel Canting-nya Arswendo Atmowiloto, rumah itu akan mengajak Anda bertamasya ke masa lalu.
Tanya PamanTyo kalau saya dianggap membual.
Oh, ya... Nèbèng info, bila Anda sedang keliling Surakarta, berikut ada panduan makan di Solo, silakan buka Lidah Manja
Tag: solo, wedang, cemol, laweyan, batik
Terkait:
-
Wedang Gedang
Minggu, 25 Des '11 10:15 -
Wedang Uwuh
Minggu, 27 Nov '11 09:02 -
Thengkleng Praktis
Senin, 7 Nov '11 08:24
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
kucingsapi: Dua Jempol
-
moppy: Manis Deh
-
yusro: Nendang Banget
-
eskopidantipi: Manis Deh
-
amri: Manis Deh
-
mlandhing: Manis Deh
-
didinu: Dua Jempol

Komentar:
asyik kali ya main ke sana liat "pabrik" batik
btw, kayanya lebih mantep lagi klo pake gula aren tuh
setahu saya, di Solo tidak ada lagi selain di Roemahkoe. makanya, saya menyebutnya sebagai menu yang 'arkais'.
iya juga, kenapa namanya cemol? ga ada yang bentuk cemol-cemol kaya yang di wedang ronde itu....
Silahkan login untuk memberikan pendapat