Jajan Lumpia di Malioboro 9

Selasa, 8 Sep '09 15:04

 

Sebuah acara kondangan di Jogja beberapa waktu yang lalu memaksa diri saya menyempatkan mampir ke Malioboro. Lelah setelah berjalan kaki menyusuri Malioboro, tak terasa perut berteriak minta diisi. Tak sengaja saya melihat sebuah gerobak makanan bertuliskan lumpia. Letaknya di pinggiran jalan Malioboro, saya lupa tepatnya. Yang jelas kita bisa langsung mengethaui harganya karena terpampang jelas di gerobaknya. Cukup Rp 1.000,- untuk satu lumpia biasa dan Rp 2.000,- untuk yang berisi ayam.

Awalnya saya pikir lumpia biasa disini adalah lumpia yang berisi rebung (bambu muda) sebagaimana kita kenal. Tapi ternyata bukan. isinya adalah sayuran, dengan toge yang mendominasi. Untuk yang ayam pun sama, isinya sayuran, hanya ditambah potongan daging ayam. Hemm, gejolak perut dan lapar mata membuat saya penasaran. Saya pun memesan satu porsi lumpia biasa dan lumpia ayam.

Menunggu pesanan disini memang harus sabar, karena banyak yang antri, dan penggorengannya hanya satu. Beberapa menit berlalu, pesanan lumpia pun datang. Penyajiannya cukup sederhana. Lumpia yang selesai digoreng lalu ditiriskan dulu dari minyak setelah matang. Kemudian ditaruh dalam piring plastik kecil beralaskan kertas makanan. Tak lupa beberapa potong cabai rawit hijau dan acar mentimun sebagai pelengkap sajian. Satu hal yang agak aneh adalah, lumpia dilumuri dengan ulekan bawang putih. Hmm, tapi ternyata itulah yang membuat rasa lumpia ini gurih dan harum baunya. Sungguh menggoda lidah untuk segera mengecapnya.

Tanpa ba bi bu saya langsung menggigitnya. Meski agak panas, tapi malah lebih enak. Panas lumpia fresh dari penggorengan berpadu dengan gurih dan lembutnya ulekan bumbu bawang putih. Gigitan pertama terasa gurih dan agak manis. Tak lupa saya ikut nglethus cabe rawit dibarengi dengan suapan kecil acar mentimun. Lumpia yang agak panas berpadu dengan letupan pedas cabe rawit di dalam mulut, dinetralisir dengan dingin asam manis acar mentimun. Mantap! Membuat saya ingin terus melahapnya. Hingga tak sadar (boong banget, makan kok gak sadar) yang tersisa di piring hanya beberapa potong cabe rawit dan sedikit acar mentimun. Sebagai penetral panas dan dahaga, saya memilih teh botol saja. Hmmm....

Ya! Cukup dengan Rp 3.000,- kedua jenis lumpia tadi sudah berpindah ke perut. Tambah teh botol Rp 2000,-. Total cuma goceng! Murah meriah dan nikmat bukan?

Nah, jika sampeyan berkesempatan datang ke jogja dan kebetulan mampir ke Malioboro dan kebetulan lagi kantong sudah tipis karena kebanyakan belanja sehingga bingung mencari cara memenuhi panggilan perut, silahkan cari dan mampirlah ke gerobak lumpia ini. Cukup goceng, perut kenyang, hati senang :)


Tag: lumpia, Jogja, Malioboro, murah, kenyang

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

kucingsapi 0 0
enakan mana lumpia malioboro sama lumpia semarang?
eskopidantipi 0 0
kucingsapi: hmm, ya klo saat itu enak lumpia malioboro lah...Semarang masih jauh soalnya...

lagian fresh anget2 itu sama paduan bawang putih ma cabe rawitnya itu beda banget sama rasa manis lumpia Semarang....

klo ndak percaya coba deh eksperimen....
*halah jadi ngecess deh saya*
amri 0 0
nendang gak om?
eskopidantipi 0 0
amri: nendang lumayan pak... terutama ya itu sensasi anget panas gurih lumpia campur gurih wangi ulekan bawang putih dibalur pedas nikmat cabe rawit.... nendhang tenaaan...: p
kucingsapi 0 0
*ncess*
eskopidantipi 0 0
kucingsapi: lap dulu ituh...
Pemuja Tahu 0 0
*nelen ludah*

mlandhing 0 0
walah, aku kok ikut nelen ludah baca ini... puasa... puasa...

btw, letak yang jualan ini kayaknya gak jauh dari gerbang kantor gubernuran malioboro itu ya?
eskopidantipi 0 0
Pemuja Tahu: *ngasih lap*

mlandhing: wah saya lupa tepatnya budhe, yang pasti sekitaran jalan malioboro deh... : D

Silahkan login untuk memberikan pendapat