Tongseng Sapi si Jangkung 3
Senin, 7 Sep '09 07:46
Melanjutkan rasa penasaran saya akan kuliner tradisional, hari Minggu itu (26/7/09) saya kembali datang ke The Kiosk Dago. Kali ini saya akan mencoba menu lain setelah sebelumnya mencoba Iga Bakar si Jangkung.
Saya datang agak siang, menjelang waktu makan siang. Ketika sampai suasana sudah cukup ramai. Untung ada pengunjung yang sudah selesai sehingga mejanya bisa dipakai. Saya dan istri duduk di meja nomor 7 yang terletak dekat gerobak Lontong Kari. Tidak seperti sebelumnya, dimana saat memesan makanan saya harus mendatangi kios yang diinginkan, lalu duduk menunggu pesanan, kali ini saya memanggil pelayan dan meminta buku menu. Setelah melihat rupa kuliner yang ditawarkan, akhirnya saya memilih menu Tongseng Sapi si Jangkung, sedangkan istri memesan Iga Bakar si Jangkung. Untuk Tongseng, kita akan diberi 2 pilihan daging. Mau daging sapi atau daging kambing. Kebetulan kali ini saya memilih daging sapi.Untuk minuman, meski siang hari, saya memesan Teh Poci, sedangkan istri memesan Hot Lemon Tea.
Tak lama, pesanan minuman kami datang. Satu porsi Teh Poci terdiri dari satu poci teh, semangkuk kecil gula batu, dan satu cangkir kecil beserta sendoknya. Untuk Hot Lemon Tea pesanan istri terdiri dari teh yang diseduh dalam teko kaca kecil, sepiring kecil jeruk lemon, dan satu set gula pasir. Jadi kita bebas menentukan berapa manis teh yang kita minum. Dan porsinya itu, ternyata cukup banyak, bahkan sepertinya cukup untuk 2 orang.
Tak terlalu lama menunggu, pesanan kami pun datang. Satu porsi Tongseng Sapi dan satu porsi Iga Bakar. Harum baunya sangat menggugah selera. Segera saja saya mencoba kuah tongsengnya. Rasanya enak, kaya dengan bumbu. Rasa gurih, sedikit manis dan pedas bercampur membentuk kenikmatan di mulut. Potongan kol yang tidak terlalu banyak terasa pas disandingkan dengan potongan daging sapi yang royal. Memang, potongan sapinya cukup besar dan berbentuk kotak, sehingga terlihat menyembul dari kuahnya. Tanpa dikomando, saya segera menyiramkan beberapa sendok kuah tongseng ke atas nasi putih. Sengaja saya tidak makan dagingnya dulu demi menguji nikmatnya tongseng. Ternyata, tanpa daging pun, kuahnya sudah enak. Terasa pas bercampur dengan nasi putih dan potongan kol. Setelah cukup puas menikmatinya, saya pun mencoba daging sapinya. Potongan royal daging sapi berlumur kuah saya campurkan dengan nasi. Rasanya mantap, nikmat, dan (meminjam istilah Pak Bondan) maknyusss... Hingga tak terasa dalam beberapa menit nasi telah ludes sedangkan beberapa potongan daging sapi masih tersisa di dalam tongseng. Iseng bereksperimen, saya campurkan daging sapi dari tongseng dengan kuah pedas dari Iga Bakar. Rasanya nikmat sekali. Perpaduan pedas, manis dari Iga Bakar bercampur dengan gurih dan lembutnya tongseng menggoyang lidah.
Mengenai nikmatnya Iga Bakar, rasanya tak perlu saya jelaskan lagi (bisa dibaca disini). Semuanya nikmat dan pasti membuat ketagihan untuk mencobanya kembali. Harga yang kami bayar untuk menikmati semua itu Rp 55.000,- dengan rincian:
* hot lemon tea Rp 7.500,-
* teh poci Rp 7.500,-
* nasi putih (2 porsi) Rp 5.000,-
* Tongseng Rp 15.000,-
* Iga Bakar Rp 20.000,-
Total Rp 55.000,-
The Kiosk - Dago
Jl. Ir. H. Djuanda No. 48 Bandung
PS: diposting sebagai pelengkap kunjungan Iga Bakar kemarin. tetap direpost dari blog saya.
Tag: Bandung, kuliner, jajan, tongseng, makan
Terkait:
-
Iga Bakar si Jangkung
Sabtu, 5 Sep '09 00:03 -
Mahal Belum Tentu Enak
Rabu, 12 Okt '11 08:12 -
Bakpia Telo "Joglo"
Minggu, 11 Des '11 22:29
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
didinu: Renyah Gurih

Komentar:
kemarin ke Bandung tapi gak sempet wisata kuliner, lah wong bulan puasa, bisa sih berburu pas buka puasa tapi pulangnya kapan? saya kan ndak nginep
jadi akan main kebandung lagi deh setelah lebaran hehehehe
terlalu sedikit nanggung ..pasti harus pesan juga pempek kapal selam atau soto betawi heheheh..ini namanya sih maruk yah
Silahkan login untuk memberikan pendapat