Nostalgia Ayam Bakar Sari Mulia Asli, Megaria 4

Senin, 31 Agu '09 20:01

Kompleks Bioskop Megaria yang terletak di pertigaan Jalan Cikini Raya, Jalan Diponegoro, dan Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat ini rupanya menyimpan cerita kuliner nostalgia.

Ayam bakar khas Solo ini selain mempunyai cerita historia tersendiri, juga membawa nuansa nostalgia rasa ayam bakar tempat saya besar, Solo.

Siapa yang menduga, gedung Bioscoop Metropool yang dibangun pada tahun 1932, selain menjadi salah satu gedung bioskop tertua di Jakarta ini juga mempunyai cerita kuliner yang lajak ditjoebaken.

Di samping gedung berarsitektur De Stijl yang dirancang oleh Han Groenewegen inilah kita bisa memulai petualangan kuliner.

Warung Ayam Bakar Sari Mulia Asli, begitu nama warung yang terletak tepat di sebelah barat-laut di samping Bioskop Megaria ini.

Aroma kesohoran langsung terasa begitu memasuki warung sederhana yang ditandai dengan banyaknya pengunjung dan hiruk pikuk malam itu.

Sesuai menu, ayam bakar pun kami pesan dengan segera. Daging ayam potong yang konon melewati 3 tahap pemrosesan ini begitu ngawe-awe untuk segera disantap.

Proses pengolahan ayam bakar ini memang khas, yaitu daging ayam direndam dulu dalam air berbumbu kecap yang sering disebut dengan nama mbacem. Cara ini memungkinkan bumbu dapat meresap ke dalam daging.

Setelah dirasa bumbu cukup meresap, daging kemudian digoreng terlebih dahulu agar matang. Cara ini digunakan untuk mengurangi lemak.

Baru ketika akan disajikan, ayam ini baru dibakar di atas arang dalam waktu yang ndak lama, sampai benar-benar kecoklatan, dan beberapa bagian di sana-sini gosong kemripik.

Cara membakarnya pun unik, yaitu dengan menggunakan arang. Untuk menghasilkan angin, bukan kipas yang digerakkan dengan tangan yang digunakan untuk memasok oksigen, namun menggunakan kipas angin listrik.

Hasilnya, panas arang yang konsisten, sekonsisten putaran dan hembusan angin yang dihasilkan oleh kipas angin tersebut.

Ayam ini pun disajikan lengkap dengan lalapan timun, kemangi, kobis, serta sejumprut sambal merah menantang.

Ketika disobek, daging ayam ini menyerah pasrah tanpa perlawanan. Bumbunya pun cukup meresap dengan menghantarkan nuansa manis kecap.

Menurut saya, walau bumbunya masih ndak senendang Ayam Bakar Ojo Gelo di samping Stasiun Purwosari, Solo, yang ngangeni itu, ayam bakar ini bolehlah dicoba sebagai ayam bakar gagrak Solo yang boleh ditjoebaken.

Rasa ayam bakarnya begitu sederhana, sesederhana pola arsitektur Bioskop Megaria yang banyak menggunakan unsur-unsur garis vertikal dan horisontal, yang mengingatkan saya akan perpaduan bangunan Stasiun Tugu Yogyakarta dan gedung tua kampus UGM.

Selain ayam bakar, tahu bacemnya juga layak dipoedjiken. Rasa tahu bacem dengan keempukan dan rasa manis yang "pas" cukup membuat saya terngiang kembali buaian kota Solo yang membesarkan saya itu.

Jangan lupa pesan lah segelas Es Teler yang konon merupakan es teler pertama yang diciptakan di Indonesia.

Sejak dulu hingga kini, pengemasan dan komposisi es ini ndak pernah berubah. Diwadahi dalam gelas, bukannya mangkok, membuat kita harus lihai dalam menikmati sensasi es ini.

Potongan alpukat, suiran kelapa muda, dan nangka yang berpadu dalam susu, air gula, dan air kelapa ini begitu istimewa.

Ada cerita di balik nama Es Teler ini. Konon dulu, Tukiman Darmowijono yang asli Solo ini membuka usaha dagang rokok. Suatu malam dia mimpi didatangi oleh kelinci yang menjelma menjadi kakek tua menyarankan ia untuk berdagang yang segar-segar.

Tukiman pun mengganti usahanya dengan berdagang es buah dan es campur. Salah satu remaja konsumennya pun meminta Tukiman untuk membuat es yang ramuannya begitu sederhana, yang komposisinya hanya kelapa, nangka, dan alpukat.

"Sedap dan bikin teler..", begitu jawaban anak muda itu ketika ditanya kenapa dia suka dengan ramuan es yang nyeleneh ini. Sejak saat itulah nama es racikan ini disebut dengan Es Teler.

Artikel ini repost dari artikel asli di jengjeng matriphe!


Tag: aytam bakar, megaria

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Affila 0 0
mmg ajieeebbb ayam bakar megaria.... mpek2nya juga ajieeb loch....
Matt Zammy 0 0
e tapi saya lebih suka es telernya, mbak.. : D
Putra Tunggal 0 0
Sari mulia OK banget...buruan pada mampir ke megaria ya
mlandhing 0 0
Putra Tunggal: selain yang di sini, punya pembanding yang lebih oke nggak mas?

Silahkan login untuk memberikan pendapat